Agama dan Politik: Haruskah Dipisahkan Secara Diametral?
--
Indonesia adalah bangsa yang majemuk.
Ada banyak agama, keyakinan, suku, budaya, dan latar belakang masyarakat.
Karena itu, nilai agama yang masuk ke dalam kehidupan politik harus diterjemahkan menjadi nilai universal yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat: keadilan, kemanusiaan, kejujuran, persamaan di hadapan hukum, perlindungan terhadap yang lemah, penghormatan terhadap perbedaan, dan tanggung jawab sosial.
Dengan demikian, agama tidak menjadi alat untuk memecah masyarakat, tetapi menjadi sumber moral untuk memperbaiki kehidupan bersama.
*Politik Jangan Mengatur Tuhan, Tetapi Politik Harus Takut kepada Tuhan*
Ada perbedaan penting antara politik yang berlandaskan nilai agama dan politik yang mengklaim mewakili Tuhan.
Manusia tidak boleh dengan mudah mengatakan, “Saya adalah suara Tuhan.”
Sumber: