Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang Al Furqon Tahap 1 Dikebut

Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang Al Furqon Tahap 1 Dikebut

Pembangunan tahap I jembatan penyeberangan orang (JPO) Al Furqon atau Siger Milenial di Bandarlampung dikebut--foto melida/radarlampung

BANDARLAMPUNG,LAMPUNGNEWSPAPER – Pembangunan tahap I jembatan penyeberangan orang (JPO) Al Furqon atau Siger Milenial di Bandarlampung dikebut.

Para pekerja terlihat aktif mengerjakan bangunan yang kini diberi nama Siger Milenial oleh Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana.

Bila belum lama ini baru terlihat tiga tiang penyangga yang berada di lingkungan Pemkot Bandarlampung, di tengah taman satu, dan di Masjid Al Furqon satu.

Saat ini telah bertambah tiga tiang penyangga lainnya yang letaknya di turunan menuju arah Telukbetung.

Plt. Kadis PU Bandarlampung Iwan Gunawan mengatakan, pihaknya menargetkan proses pembanguanan JPO tahap I selesai di akhir Desember 2023.

"JPO ini diharapkan pada Desember 2023 selesai. Kemudian dilanjutkan pada awal 2024. Tahap dasar mau selesai. Itu sekarang sedang pemasangan tiang pancang. Lalu tiang jembatan," kata Iwan.

Iwan juga mengamini jika JPO tersebut diberi nama Siger Milenial dan bukanlah JPO Al Furqon. "Betul, JPO yang sekarang sedang dilaksanakan namanya Siger Milenial," ujarnya.

 BACA JUGA:Joki Tes CPNS Diperiska Sebagai Tersangka, 3 Orang Didalam Jaringan Turut Diperiksa

Ditanya soal anggaran yang kerap berubah-ubah, dari awal Iwan menyebut  Rp5 miliar, Rp8 miliar, dan kini menjadi Rp12 miliar, Iwan berkilah dirinya harus kembali melihat data awal lelang.

"Ya, intinya anggaran itu cukup. Saya sendiri nggak tahu hasil lelang seperti apa kemarin itu. Nanti saya akan tanya lagi ke PPK," jawabnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Bandarlampung menyebut telah menambah anggaran pada pembangunan JPO yang menghubungkan Pemkot Bandarlampung ke Masjid Al Furqon sebanyak Rp3 milar.

 Sekkot Bandarlampung Iwan Gunawan menyebut memang di awal pembangunan JPO Al Furqon tahap I menganggarkan dana Rp5 miliar.

"Iya, tapi karena anggaran itu tidak cukup ada perubahan," katanya, Jumat (10/11).

Penambahan dana tersebut, kata Iwan, berasal dari APBD Perubahan yang diajukan beberapa waktu lalu ke DPRD Bandarlampung.

"Kemarin memang sudah Rp5 miliar ya dan  di APBD Perubahan Rp3 miliar, jadi totalnya Rp8 miliar tahap I. Nanti sisanya tahun depan, lagi kita hitung," terangnya.

Total anggaran yang diperkirakan akan digunakan untuk pembangunan JPO nampaknya akan meleset dari target awal yang hanya Rp10 miliar.

BACA JUGA:Diduga Aksi Akan Buat Gaduh, 3 Ormas Demo di Kantor Dinas Perkim Pesawaran Dibubarkan

Pemkot sendiri akan menghitungnya lebih lanjut berapa besaran yang akan digunakan untuk menyelesaikan JPO, baik tahap I hingga tahap III.

"Misalnya total anggaran Rp12 miliar, itu tidak cukup. Karena keterbatasan anggaran kita, jadi harus bertahap. Tapi, Rp12 miliar ini masih perkiraan ya. Masih kita hitung kembali," ungkapnya.

Terkait tahap III kata Iwan, itu akan dilakukan apabila Pemkot Bandar Lampung mempunyai dana lebih untuk mempercantik bangunan tersebut.

"Artinya, nanti kalau selesai tahap II kita ingin lebih bagus lagi. Kalau anggaran ada, ya kita tingkatkan lagi," ungkapnya.(*)

Sumber: