Wali Kota Metro : Sektor Pertanian Topang Keberhasilan Entaskan Kemiskinan

Rata-rata produktivitas padi di Kota Metro adalah 5,8 ton gabah kering giling per hektare--M.Ricardo
METRO,LAMPUNGNEWSPAPER - Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin menyebut bidang pertanian sebagai barometer penentu keberhasilan pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
Menurut Wahdi, dalam indeks pembangunan nasional, sektor pertanian bukan hanya soal penjamin ketersediaan bahan pangan, melainkan juga punya peran penting dan strategis memajukan perekonomian negara.
“Dalam pembangunan nasional, sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan sangat strategis dalam memajukan perekonomian nasional. Sektor pertanian juga bukan hanya berperan menyediakan bahan pangan, tetapi juga menjadi penopang keberhasilan pengentasan kemiskinan,” kata Wahdi, Kamis, 16/11/2023.
Kota Metro dengan total luas lahan sawah sekitar 2.948 hektare, ditargetkan untuk musim tanam I (Rendeng) yang terbagi di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Metro Selatan 857,5 hektare, Kecamatan Metro Barat 527 hektare, Kecamatan Metro Timur 462 hektare, Kecamatan Metro Pusat 305,5 hektare dan Kecamatan Metro Utara 796 hektare.
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro serius dalam memberikan perhatian, membangun sektor pertanian melalui komitmen wujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani.
BACA JUGA:UPTD Parkir Dishub Metro Edukasi Juru Parkir, Soal Tanggungjawab Kerja
“Saat ini Pemkot Metro telah menempatkan kesejahteraan sebagai hal yang utama, sebagaimana tertuang dalam Visi Kota Metro yaitu Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya,” paparnya.
“Rata-rata produktivitas padi di Kota Metro adalah 5,8 ton gabah kering giling per hektare. Maka, target produksi pada musim tanam I Tahun 2023/2024 diprediksi sekitar 17.098,4 ton gabah kering giling,” sambungnya.
Mengingat cuaca akhir-akhir ini yang kurang bersahabat akibat dampak El-Nino, Wahdi berharap petani dapat memanfaatkan air irigasi sesuai dengan jadwal, dengan melakukan percepatan tanam diawali dengan semai lebih awal.
“Sehingga setelah lahan selesai diolah, dapat segera melakukan penanaman dengan bibit padi yang telah siap tanam,” tandasnya. (MRC)
Sumber: