130 Kepala Sekolah di Pringsewu Ikuti Workshop PMM dan Akin belajar.id

BANDARLAMPUNG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menggelar Workshop Pendidikan pemanfaatan Penggunaan Merdeka Mengajar (PMM) dan Akun belajar.id, yang diikuti oleh 130 Kepala Sekolah se Kabupaten Pringsewu.
Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Novotel, Bandarlampung, Senin (21/11) ini juga menggandeng Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB, Muhammad Kadafi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu, Budi Heryanto mengatakan, dilaksanakan kegiatan ini dalam rangka mengedukasi kepala sekolah serta guru agar mengetahui pentingnya Merdeka Belajar yang bukan hanya sekedar aplikasi, platform itu juga turut membantu para guru untuk mengembangkan dirinya secara mandiri.
\"Platform Merdeka Mengajar, adalah aplikasi yang dirancang untuk memudahkan para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka,\" ujarya.
\"Penerapan PMM kita di Pringsewu sudah semua, sedangkan presentasi nya sudah 8%, karena banyak guru-guru yang sudah berumur,\" tambahnya.
Plt. Direktur SMP Kemendikbud RI, I Nyoman Rudi Kurniawan mengatakan, dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka Mengajar, yaitu melalui webinar, berbagi praktek baik mengundang narasumber dan juga komunitas belajar.
\"Jadi bagi daerah yang belum memiliki akses bisa menggunakan cara tersebut,\" ujar Nyoman.
Ia menambahkan, untuk mendukung kemudahan belajar mengajar sekolah, Kemendikbud memberikan bantuan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke sekolah di seluruh indonesia.
\"Untuk memenuhi peralatan TIK, masing-masing sekolah mendapatkan 15 Laptop, 1 LCD dan peralatan lain,\" jelas Nyoman.
Lalu, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB, Muhammad Kadafi menyampaikan, Kemendikbud sangat mendorong kemudahan belajar siswa baik dikelas maupun diluar sekolah, sehingga meningkatkan pengembangan hard skill dan soft skill mereka.
\"Kita berharap dan mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, jadinya dipusat sampai daerah itu kualitas pendidikannya bisa meningkat secara bersama,\" kata dia.
Menurutnya, hal tersebut tantangan bersama semua pihak, dimana guru-guru sekarang harus tahu apa yanh harus mereka siapkan untuk anak-anak nanti disaat mereka terjun ke masyarakat.
\"kita mengharapkan semakin banyak guru-guru di Provinsi Lampung menjadi guru penggerak, karena ini merupakan program yg dapat mendorong kualitas pendidikan yg ada di Provinsi Lampung,\" pungkasnya. (dka)
Sumber: