Pilrek Unila, Prof. Muhajir Utomo: Integritas Jadi Ukuran Utama

Minggu 01-11-2026,08:24 WIB
Reporter : Aprohan Saputra
Editor : Admin

Dalam mekanisme Pilrek Unila periode 2027–2031, Senat memiliki bobot suara sebesar 65 persen, sementara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memiliki bobot 35 persen.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Muhammad Akib, sebelumnya menyampaikan bahwa hasil penyaringan dan penetapan tiga calon akan diserahkan kepada kementerian untuk diproses menuju tahapan pemilihan akhir.

Akib juga menyatakan bahwa proses penyaringan telah berlangsung dengan semangat kekeluargaan dan secara elegan, baik dari pihak senat maupun para kandidat.

Dengan mekanisme tersebut, tahapan akhir pemilihan menjadi penentu lahirnya kepemimpinan baru Unila.

Di sisi lain, Senat Unila memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, objektif, transparan, dan akuntabel. Keputusan yang diambil bukan hanya menentukan figur rektor, tetapi juga arah masa depan universitas.

Marwah Unila Harus Lebih Utama

Pesan Prof. Muhajir Utomo menjadi pengingat bahwa jabatan rektor bukan sekadar posisi tertinggi dalam struktur organisasi perguruan tinggi. Lebih dari itu, rektor merupakan simbol integritas, moralitas, dan kehormatan institusi.

Unila membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu membawa universitas bersaing dalam bidang akademik, penelitian, dan inovasi, tetapi juga berani membangun budaya antikorupsi, transparansi, serta tata kelola yang bersih.

Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih dari tiga kandidat tersebut harus mampu membuktikan bahwa kepentingan universitas berada di atas kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan.

"Marwah Universitas Lampung bukan milik seorang rektor, melainkan kehormatan seluruh sivitas akademika yang harus dijaga bersama," tutup Prof Mujahir.

Kategori :