Ini Tiga Jurus Gubernur Mirza Tarik Investor ke Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Foto Ist--
JAKARTA,LAMPUNGNEWSPAPER.COM– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyiapkan tiga langkah strategis untuk meningkatkan investasi di Provinsi Lampung.
Upaya tersebut mencakup percepatan perizinan berbasis digital, penguatan kepastian regulasi, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi investor.
Ketiga langkah itu menjadi komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk meningkatkan daya tarik daerah di mata investor domestik maupun mancanegara, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan.
Komitmen tersebut disampaikan Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Grand Ballroom Fairmont Hotel Jakarta, Rabu (4/11/2026).
BACA JUGA:Lampung Siap Jadi Pusat Bioetanol Nasional, Pemerintah Percepat Realisasi Investasi Energi Hijau
BACA JUGA:OJK: Kredit Produktif, UMKM dan Investasi Masyarakat Lampung Terus Menguat
Dalam forum yang diselenggarakan Pemprov Lampung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung itu, Gubernur memaparkan tiga strategi utama pemerintah daerah dalam membangun iklim investasi yang lebih kompetitif.
Strategi pertama adalah mempercepat proses perizinan melalui sistem yang transparan dan berbasis digital. Langkah ini ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada pelaku usaha, memangkas hambatan birokrasi, serta meningkatkan efisiensi proses penanaman modal.
Kedua, memperkuat kepastian regulasi melalui kejelasan tata ruang, pemberian insentif, dan kemudahan investasi. Kepastian aturan dinilai menjadi salah satu faktor penting bagi investor dalam menentukan lokasi dan keberlanjutan kegiatan usahanya.
Ketiga, menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui fasilitasi proaktif pemerintah daerah, kepastian ketersediaan lahan, serta dukungan infrastruktur yang memadai.
"Provinsi Lampung siap bersinergi dan memfasilitasi para investor dan mitra global untuk satu tujuan yang sama, yaitu pertumbuhan ekonomi Lampung berkelanjutan," tegas Mirza.
Melalui LEIF 2026 yang mengusung tema From Potential to Partnership: Accelerating Sustainable Investment in Lampung, Pemprov Lampung mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor untuk membangun kemitraan strategis.
Forum tersebut melibatkan lebih dari 100 calon investor potensial dari dalam dan luar negeri. Ketertarikan investasi yang muncul dalam kegiatan itu ditindaklanjuti melalui pertemuan bisnis secara langsung atau one-on-one meeting, serta penandatanganan letter of intent (LoI).
Pemprov Lampung juga menawarkan sejumlah sektor potensial yang dinilai memiliki peluang pengembangan investasi cukup besar. Sektor tersebut meliputi pertanian, industri pengolahan, energi terbarukan, pariwisata, dan infrastruktur.
Sumber: