Reputasi global seharusnya menjadi akibat dari mutu, bukan sekadar hasil branding.Pengalaman saya selama bertugas di Paris semakin menguatkan keyakinan tersebut.
Internasionalisasi yang substantif harus menghasilkan kerja sama riset, co-supervision, visiting professor, visiting researcher, mobilitas mahasiswa, publikasi bersama, konsorsium hibah, serta jejaring diaspora.
Dunia tidak harus menjadi tujuan untuk meninggalkan rumah. Justru jejaring global harus membuat manfaat yang lebih besar kembali ke rumah.
Jika pengetahuan yang lahir dari Lampung mampu menjawab persoalan di tempat lain, maka keunggulan lokal telah berubah menjadi kontribusi global.
Membangun Sistem, Bukan Sekadar Program
Transformasi Unila tidak mungkin selesai dalam satu tahun. Tahun pertama harus menjadi fase diagnosis dan konsolidasi. Data dibangun, potensi dipetakan, SDM dipetakan, riset diperkuat, aset ditata, dan tata kelola diperbaiki.
Setelah itu, kekuatan yang ada harus mulai dihubungkan. Riset, mahasiswa, dosen, mitra, aset, dan program harus bekerja dalam ekosistem yang lebih terintegrasi.
Tahap berikutnya adalah memperluas inovasi, hilirisasi, teaching factory, living laboratory, layanan profesional, dan program global.
Pada akhirnya, semua model yang berhasil harus menjadi sistem kelembagaan.
Bagi saya, warisan kepemimpinan bukan banyaknya program yang memakai nama pemimpin, melainkan sistem yang tetap bekerja setelah pemimpinnya selesai menjabat.
Jika Amanah Itu Diberikan
Jika suatu hari amanah itu dipercayakan kepada saya, saya tidak ingin membangun Unila yang bergantung kepada seorang rektor.
Saya ingin membantu membangun sistem yang membuat ribuan orang hebat di dalamnya dapat bekerja lebih baik, lebih terhubung, dan lebih berdampak.
Saya membayangkan Unila yang kuat secara akademik, sehat organisasinya, unggul SDM-nya, produktif asetnya, mandiri pendanaannya, bersih tata kelolanya, luas jejaringnya, dan nyata dampaknya.
Saya tidak ingin meninggalkan Unila dengan lebih banyak slogan.
Jika amanah itu diberikan, saya ingin meninggalkan kapasitas yang lebih besar bagi Unila untuk menentukan masa depannya sendiri. Berakar di Lampung. Berdampak bagi Indonesia. Berjejaring dengan dunia.