Pertanyaannya adalah: siapa yang menjalankan politik, dengan nilai apa, dan untuk kepentingan siapa?
*Kekuasaan Bukan Milik Mutlak Manusia*
Dalam perspektif keagamaan, kekuasaan pada akhirnya bukan milik manusia secara mutlak.
Manusia hanya menerima amanah.
Jabatan bukan hak istimewa untuk memperkaya diri.
Kekuasaan bukan tiket untuk bertindak semaunya.
Kursi kepemimpinan bukan tanda bahwa seseorang lebih tinggi derajatnya daripada rakyat.
Justru semakin besar kekuasaan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya.