Sinergi Pemprov Lampung dan BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Kamis 05-02-2026,20:18 WIB
Reporter : Admin
Editor : Admin

"Kami ingin memastikan prioritas suplai pangan selama Ramadan tetap tersedia, inflasi terkendali, dan tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi," tegasnya.

Menurut Mirza, target besar yang ingin dicapai adalah pertumbuhan ekonomi yang maksimal, perputaran ekonomi yang tetap berada di Lampung, khususnya di desa, serta inflasi yang tetap terkendali.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyatakan bahwa BI terus memberikan masukan strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Lampung.

"Salah satu pijakan utama strategi kami adalah bagaimana memperkuat lapangan usaha utama Provinsi Lampung, yaitu sektor pertanian, karena kontribusinya yang sangat besar terhadap perekonomian daerah," ujar Bimo.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa sektor pertanian juga memiliki kerentanan, misalnya terhadap risiko perubahan cuaca ekstrem.

"Jadi bagaimana meningkatkan produktivitas komoditas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah," katanya.

Bimo menekankan pentingnya pengembangan produk turunan agar komoditas pertanian tidak hanya habis dikonsumsi sebagai bahan mentah.

"Komoditas tidak hanya berhenti dikonsumsi, tetapi juga diolah menjadi produk turunan. Harapannya, ini mampu menggerakkan ekonomi secara keseluruhan, utamanya meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan sektor primer tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat yang menempatkan desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi.

"Komoditas primer itu berawal dari desa. Jadi penguatan desa menjadi kunci," kata Bimo.

Dengan strategi yang tepat dan kondisi ekonomi yang stabil, Bimo optimistis pertumbuhan ekonomi Lampung dapat meningkat.

"Jika tidak ada gejolak dan volatilitas yang tinggi, pertumbuhan ekonomi Lampung berpotensi berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2025," pungkasnya.

Kategori :