Sinergi Pemprov Lampung dan BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Kamis 05-02-2026,20:18 WIB
Reporter : Admin
Editor : Admin

LAMPUNGNEWSPAPER.COM--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan melalui penguatan kinerja komoditas strategis, ekonomi desa, serta pengendalian inflasi guna mendukung stabilitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan peran OPD untuk memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dalam memetakan persoalan komoditas strategis, memperkuat ekonomi desa, dan mewujudkan ekonomi Lampung yang diproyeksikan tumbuh 5,5-6 persen pada 2026.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat Rapat Rekomendasi Penguatan Kinerja Komoditas Strategis di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (5/2/2026).

"Kami berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mendampingi Pemerintah Provinsi, terutama dalam fokus meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan, menjaga keseimbangan, sekaligus memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar berdampak pada kemakmuran masyarakat Lampung," ujar Mirza.

BACA JUGA:Data BPS, Kemiskinan Lampung Turun 9,66 Persen

BACA JUGA:Pemprov Lampung Perkuat Budaya Kerja Bersih, Nyaman, dan Sehat Lewat Gerakan ASRI

Menurutnya, BI telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi perekonomian daerah serta memberikan sejumlah rekomendasi strategis yang perlu ditindaklanjuti oleh Pemprov Lampung.

"Bank Indonesia melihat, memotret, dan menyampaikan rekomendasi-rekomendasi terhadap apa saja yang harus dilakukan Pemprov," katanya.

Mirza menjelaskan, sepanjang 2025 Pemprov Lampung telah mulai memetakan dan membenahi berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau bottleneck pertumbuhan ekonomi daerah.

"Permasalahan-permasalahan yang selama ini menghambat, sehingga pertumbuhan kita tidak maksimal, sudah mulai kita petakan dan benahi," ujarnya.

Ia menambahkan, pembenahan tersebut terutama pada tata niaga komoditas unggulan Lampung seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, dan kopi.

"Komoditas unggulan ini sudah kita petakan persoalannya, mulai dari hulu sampai hilir," kata Mirza.

Lebih lanjut, Mirza menekankan pentingnya mendorong hilirisasi agar komoditas unggulan memberikan nilai tambah yang lebih besar, terutama bagi desa.

"Hasil penataan ini akan kita dorong lagi agar menghasilkan nilai tambah melalui hilirisasi di desa. Dengan begitu, perputaran uang terjadi di desa dan ekonomi tumbuh dari desa," jelasnya.

Gubernur Mirza juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, terutama menjelang dan selama bulan suci Ramadan.

Kategori :