Jalan Pattimura Metro Utara Tak Kunjung Diperbaiki, Wagub Jihan Enggan Berkomentar
--
METRO,LAMPUNGNEWSPAPER.COM--Realisasi rencana perbaikan infrastruktur Jalan Pattimura di Metro Utara mulai dipertanyakan, namun, di tengah tanda tanya besar yang jawabannya sangat dinantikan masyarakat itu, Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Jihan Nurlela justru enggan berkomentar.
Saat awak media mencoba mengonfirmasi kepastian waktu perbaikan, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela hanya memberi jawaban singkat sambil melangkah masuk ke dalam mobil dinasnya.
“Nanti dirilis ya, makasih” ucap Jihan singkat, sembari bergegas menuju pintu mobil dinasnya dan meninggalkan lokasi acara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai (GSA-BSW) Kota Metro, Senin, (13/4/2026) pagi.
Diketahui, janji perbaikan Jalan Pattimura di Metro Utara sebelumnya telah diucapkan secara langsung oleh Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan trending di sejumlah platform media sosial beberapa waktu sebelum Idul Fitri 2026.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Pacu Perbaikan Jalan, Kondisi Jalan Kabupaten Memprihatinkan
Mirzani Djausal bahkan secara gamblang mengumumkan, besaran anggaran yang digelontorkan untuk rehabilitasi jalan yang rusak bertahun-tahun itu sebesar Rp10 miliar, diperuntukkan tindakan membangun jalan dengan konstruksi rigid beton.
Akan tetapi, hingga saat ini, kabar mengenai perbaikan jalan penghubung vital antara Kota Metro dengan Kabupaten Lampung Tengah itu seolah-olah sirna. Tidak ada informasi lanjutan yang resmi, tidak ada papan pekerjaan proyek terpasang, dan yang paling mencolok ; lubang-lubang yang terpampang di permukaan Jalan Pattimura itu kondisinya semakin parah.
Jalan Pattimura merupakan akses utama yang menghubungkan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. Setiap hari, mobil pengangkut hasil tani, hasil ternak, bahan bakar, angkutan umum, hingga kendaraan pribadi harus berjalan merayap di atas lapisan aspal yang mengelupas, lubang yang menganga, bahkan dikepung debu saat cuaca panas, hingga genangan air ketika hujan mengguyur.
Tidak sedikit kerugian yang harus ditanggung sendiri oleh masyarakat, akibat kondisi jalan rusak yang membahayakan ini. Mulai dari pengendara sepeda motor yang terjatuh, ban pecah, kendaraan rusak, juga waktu tempuh yang terulur karena kendaraan harus berjalan lambat.
Masyarakat di wilayah Kecamatan Metro Utara mulai lelah dan kesal, karena harus menunggu janji perbaikan yang belum juga terealisasi.
"Kami sudah sering dengar janji. Mulai dari Wali Kota, DPR, bahkan Gubernur yang datang menabur janji. Tapi yang kami lihat sampai sekarang ya lubangnya tetap begitu-itu saja," cetus I'is, salah seorang warga.
"Ya kalau memang benar katanya pemerintah mau keluarkan anggaran Rp10 miliar, ya segerakan dong. Lebih cepat lebih baik, mau tunggu apa lagi kalau memang uangnya sudah ada? Apa mau tunggu korban jiwa bertambah?
Sumber: