Siswanto Mukti dan Radar Baru Polda Kaltim
--
Harapan itu pada akhirnya akan diuji bukan di ruang sertijab, melainkan di lapangan.
Kaltim Menunggu Pembuktian
Siswanto Mukti kini kembali ke Kaltim dengan jabatan yang berbeda.
Pada 2018 ia berdiri sebagai Kapolres Bontang. Pada 2026 ia berada di tingkat Polda dan bertanggung jawab terhadap fungsi intelijen keamanan dalam wilayah yang jauh lebih luas.
Perpindahan itu membawa pengalaman sekaligus pekerjaan rumah.
Kaltim sedang berubah. IKN mengubah orientasi pembangunan. Aktivitas ekonomi bergerak. Persaingan kepentingan berkembang. Masyarakat semakin kritis. Arus informasi semakin cepat.
Dalam situasi seperti itu, pekerjaan intelijen tidak cukup hanya mengetahui apa yang dibicarakan masyarakat.
Ia harus memahami mengapa masyarakat membicarakannya.
Bukan sekadar mengetahui siapa yang berselisih, tetapi membaca mengapa perselisihan itu muncul.
Bukan hanya mencatat sebuah demonstrasi, tetapi mengetahui persoalan apa yang membuat orang turun ke jalan.
Dan bukan sekadar meredam persoalan setelah membesar, tetapi menemukan titik ketika persoalan itu masih bisa diselesaikan tanpa kekerasan.
Siswanto Mukti kini berada di belakang radar tersebut. Seberapa tajam radar itu membaca Kaltim, publik belum bisa menilainya dari sebuah upacara serah terima jabatan.
Jawabannya baru akan terlihat ketika tanda-tanda kecil mulai muncul di lapangan.
Sebab dalam pekerjaan intelijen, ukuran keberhasilan bukan seberapa banyak rahasia yang diketahui.
Ukuran sesungguhnya adalah seberapa sedikit bencana yang dibiarkan menjadi kenyataan.(*)
Sumber: