Menata Unila: Berakar, Mandiri, Berdampak & Mendunia
Menata Unila: Berakar, Mandiri, Berdampak & Mendunia--
Dengan begitu, perubahan tidak dimulai dari asumsi, tetapi dari kenyataan.
Pendidikan Tetap Menjadi Jantung Unila
Bagaimanapun, bisnis utama universitas tetaplah pendidikan. Karena itu, upaya membangun kemandirian finansial tidak boleh menggeser mandat akademik.
Sebaliknya, pendapatan harus tumbuh dari kualitas pendidikan, kepakaran, penelitian, inovasi, dan layanan profesional yang sah serta akuntabel.
Unila memiliki peluang untuk mengembangkan pendidikan berkelanjutan, microcredential, executive education, sertifikasi kompetensi, short course, summer course, program internasional, pusat bahasa, hingga pembelajaran digital sepanjang hayat.
Tetapi orientasinya bukan sekadar menambah jumlah mahasiswa. Yang harus kita tingkatkan adalah nilai yang diterima setiap mahasiswa. Ukuran keberhasilan pendidikan juga perlu diperluas.
Kelulusan tepat waktu penting, tetapi kompetensi, daya saing lulusan, kemampuan berwirausaha, prestasi, mobilitas internasional, dan kemampuan bekerja lintas disiplin juga harus menjadi perhatian.
Pertumbuhan jumlah mahasiswa tanpa daya dukung ruang, laboratorium, dosen, layanan digital, dan sistem akademik yang memadai justru dapat menjadi persoalan baru.
SDM Bukan Sekadar Jumlah
Universitas yang ingin maju harus memandang dosen dan tenaga kependidikan sebagai modal intelektual.
Pertanyaannya bukan hanya berapa banyak dosen yang kita miliki, tetapi apa kepakaran mereka, bagaimana mengembangkan potensinya, dan bagaimana mempertemukan mereka dengan orang-orang yang tepat untuk menghasilkan karya yang lebih besar.
Karena itu, pengembangan karier akademik harus dilakukan secara sistematis. Percepatan doktoralisasi, pendampingan menuju Lektor Kepala dan Guru Besar, academic mentoring, postdoctoral exposure, visiting researcher, grant-writing clinic, publication clinic, penguatan bahasa asing, kepemimpinan akademik, kompetensi digital tenaga kependidikan, hingga succession planning perlu menjadi bagian dari ekosistem pengembangan SDM.
Sebab universitas yang besar bukan hanya memiliki banyak orang hebat. Universitas yang besar adalah universitas yang mampu membuat orang-orang hebat itu bekerja bersama dan saling menguatkan.
Dari Research University ke Impact University
Saya juga melihat perlunya perubahan cara pandang terhadap riset. Publikasi ilmiah internasional tetap penting. Namun riset tidak boleh berhenti di jurnal.
Sumber: