TPAS Karangrejo Kembali Beroperasi, Hasil Sinergi Pemkot dan Forkopimda
--
Mulai akhir Agustus 2026, Dinas Kesehatan menyiapkan layanan kesehatan keliling satu kali setiap bulan.
Layanan tersebut mencakup skrining, penyuluhan, konseling, dan pengobatan dengan menggunakan ambulans.
Bagi Pemerintah Kota Metro, pembukaan kembali TPAS bukan akhir persoalan. Pemerintah harus memastikan pelayanan pengangkutan sampah kembali normal sekaligus memenuhi pembenahan yang menjadi rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup.
Konflik selama hampir sepekan juga memperlihatkan bahwa persoalan sampah tidak hanya menyangkut tempat pembuangan akhir. Ada persoalan lingkungan, kesehatan, pelayanan publik, dan kepentingan masyarakat yang tinggal di sekitar TPAS.
Karena itu, pemerintah tidak hanya menempatkan warga sebagai penerima dampak. Kepentingan masyarakat sekitar segera dimasukkan dalam sistem pembenahan pengelolaan TPAS.
Pada saat yang sama, Pemerintah Kota Metro juga meminta masyarakat berkewajiban dan berperan langsung dalam mengurangi beban TPAS melalui pemilahan sampah di rumah tangga. Pemilahan sampah dari rumah akan menentukan jumlah sampah yang harus diangkut dan diolah di TPAS Karangrejo.
Ke depan, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanian, pemerintah akan mendorong sosialisasi penyediaan tempat pembuatan kompos rumah tangga sebagai pupuk utama tanaman pangan pekarangan dan apotek keluarga.
Pemerintah Kota Metro menyatakan pembenahan akan dilakukan secara bertahap di tengah keterbatasan fiskal yang juga dihadapi pemerintah daerah lain.
Setelah portal kembali dibuka, pekerjaan pemerintah kembali kepada hal yang lebih konkret, yaitu memberikan hak layanan persampahan kepada seluruh penduduk Kota Metro, memperbaiki pengelolaan TPAS, mengurangi sampah dari sumber, dan memastikan masyarakat sekitar mendapat perlindungan serta manfaat dari pembenahan TPAS tersebut.
Sumber: