TPAS Karangrejo Kembali Beroperasi, Hasil Sinergi Pemkot dan Forkopimda
--
Pekerjaan selanjutnya meliputi pembangunan jalan lingkar TPAS, lanjutan pembangunan saluran air hujan dan saluran lindi pada titik yang berpotensi menjadi jalur aliran lindi, serta pembangunan sarana dan prasarana depo pengolahan sampah terpadu.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengubah pola pengelolaan TPAS dari sistem pembuangan terbuka (open dumping) menuju pengelolaan yang lebih terkendali.
Pemerintah pusat sendiri mendorong daerah menghentikan praktik open dumping dan memperbaiki pengelolaan sampah mulai dari sumber, pemilahan, pengolahan, hingga penanganan residu.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro juga memperkuat pengelolaan sampah sebelum sampah masuk ke TPAS.
Kepala Bidang TPAS Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Arivanda Jaya, mengatakan pihaknya meningkatkan kapasitas Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo, Metro Selatan, dalam sepekan terakhir.
Penguatan dilakukan dengan meningkatkan pemilahan dan pengolahan sampah kering. Sampah organik juga diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan maggot dan kompos.
“Persoalan konflik menjadi hikmah bagi Dinas LH Kota Metro untuk meningkatkan kinerja dan kapasitas PDU Rejomulyo. Ke depan, kami akan menempatkan pusat daur ulang sampah di tiap kecamatan di Kota Metro agar yang dibuang di TPAS Karangrejo hanya murni residu,” kata Arivanda.
Pola tersebut akan mengurangi beban TPAS. Sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan selesai di tingkat pengolahan. TPAS hanya menerima residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan.
Sebelum konflik, pembenahan TPAS juga disertai pelayanan kesehatan bagi masyarakat di sekitar kawasan dan akan terus berjalan.
Melalui Puskesmas Karangrejo, Dinas Kesehatan Kota Metro menjalankan posyandu setiap bulan. Pemerintah juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis dua kali dalam setahun.
Layanan tersebut mencakup skrining kesehatan, pengobatan, pemeriksaan dahak bagi warga yang mengalami batuk lebih dari satu minggu, pembagian masker, penyuluhan, dan konseling.
Petugas kesehatan melakukan kunjungan rumah bagi ibu hamil, bayi baru lahir, bayi dan balita dengan masalah gizi, serta warga dengan penyakit kronis.
Kunjungan juga dilakukan terhadap pasien penyakit menular, antara lain tuberkulosis, diare, pneumonia, dan campak. Kader posyandu turut melakukan kunjungan rumah dan layanan home care di wilayah masing-masing.
Pemerintah juga memberikan penanganan khusus bagi warga terdampak TPAS yang membutuhkan rujukan ke RSUD A. Yani Kota Metro. Pasien yang mendapat rujukan kelas III diarahkan mendapatkan pelayanan kelas II.
Pemberian vitamin dilakukan setiap tiga bulan. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga terus dilakukan.
Sumber: