Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, Warga Lampung Diminta Waspada
--
LAMPUNGSELATAN,LAMPUNGNEWSPAPER.COM— Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan menyebabkan sebaran abu vulkanik mencapai sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.
Abu vulkanik dilaporkan terpantau hingga Bandar Lampung, Tanggamus, dan wilayah Pesisir Barat. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko paparan abu vulkanik.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, dalam kurun waktu sekitar 12 jam terakhir terpantau satu kali erupsi dengan durasi cukup panjang.
"Sampai sekarang erupsinya masih berlanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker sebagai antisipasi terhadap paparan debu atau abu vulkanik," kata Andi.
BACA JUGA:Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Lampung Siapkan Hujan Buatan Hingga Bantuan Air Bersih
BACA JUGA:Erupsi Anak Krakatau Ganggu Enam Penerbangan di Bandara Radin Inten II
Menurut dia, sebaran abu vulkanik tidak hanya terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau, tetapi telah mencapai sejumlah daerah di Lampung.
Masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar rumah, diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko abu vulkanik terhirup.
Andi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan aktivitas erupsi akan berakhir. Kondisi tersebut bergantung pada energi yang masih dimiliki Gunung Anak Krakatau.
"Untuk memastikan sampai kapan erupsi ini berlangsung, kami belum bisa memperkirakannya secara pasti. Kalau energinya sudah berkurang atau habis, aktivitas erupsi akan menurun," ujarnya.
Dia meminta masyarakat tidak menjadikan perkiraan waktu tertentu sebagai patokan berakhirnya erupsi. Aktivitas gunung api dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
Kepala BPBD Provinsi Lampung Aswarodi, meminta masyarakat tetap tenang, waspada, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
"Masyarakat kami imbau tetap tenang dan waspada. Ikuti informasi resmi dari instansi yang berwenang dan lakukan langkah-langkah perlindungan diri, khususnya apabila terjadi sebaran abu vulkanik," kata Aswarodi.
Sumber: