“Pukul 20.15 WIB ibu bersalin secara SC atau sesar. Bayi lahir teridap A/S 7/7. Dengan berat badan (BB) 1435 gram. Selanjytnya, dokter mengatakan bayi ada kelainan jantung dan diperbolehkan pulang dan dokter menyarankan diberikan ASI yang banyak. Tiba dirumah, suami menghubungi bidan. Bidan menyarankan untuk diberikan susu tambahan/susu BBLR. Tapi, keluarga tidak memberi tahu bidan jika bayi ada kelainan jantung,” terangnya.
Selanjutnya, pada tanggal 30-10-2023 melakukan pemantauan berat badan bayi (ibu dan bayi berkunjung kerumah bidan). BB bayi naik menjadi 1.600 gram karena sering menyusu ASI dan sudah diberikan 4 kotak susu BBLR.
“Bidan menyarankan untuk bayi dibawa ke Rumah Sakit. Tanggal 02-11-2023 bayi dibawa ke Puskesmas, kemudian dilakukan rujukan ke RSUD. Pada tanggal 04-11-2023 bayi dinyatakan meninggal. Jadi masalah utamnya adalah kelainan jantung bocor, ” tegasnya. (*)