Anggota DPR RI M.Kadafi Diduga Mendompleng Bantuan Program PIP untuk Sosialisasi

Jumat 06-10-2023,11:08 WIB
Reporter : Admin
Editor : Admin

 

 Bantuan PIP berupa uang tersebut diketahui sebesar Rp450 ribu yang baru dapat dicairkan pada awal Oktober 2023.

 

Sebelumnya, diduga sarat politik, seorang bacaleg Kota Bandarlampung memberi bantuan kepada beberapa murid pada lima SD di dapilnya, Kecamatan Wayhalim.

BACA JUGA:Satresnarkoba Polres Kota Metro Tangkap Dua Pemuda Penjual Tramadol

Sumber kami  menyebut bahwa bacaleg tersebut dari PKB bernama Fatria Hamzah. Sumber ini menjelaskan bahwa para wali murid dikumpulkan oleh kepala sekolah dalam sebuah rapat tertutup.     

Di sana, para wali murid diarahkan bahwa akan ada bantuan untuk anak-anak mereka. ’’Yang sampaikan itu kepala sekolah ke wali murid karena mungkin orangnya enggak mau langsung kan,” katanya, Selasa (3/10).

 

Dari penjelasannya, bantuan itu berasal dari salah seorang bacaleg Kota Bandarlampung dari PKB bernama Fatria Hamzah.

’’Ya katanya mau nyalon, dari PKB. Kalau enggak salah namanya Fatria Hamzah,” ungkapnya.

 

 Sumber ini juga mengaku tak hanya sekolah anaknya yang mendapat bantuan, melainkan empat sekolah dasar lainnya yang ada di sekitar Kecamatan Wayhalim. ’’Setahu saya lima sekolah itu dapat semua. Ada SDN 2, SDN sawit, dan SD lainnya,” terang dia.

 

Setiap murid, lanjutnya, diberikan bantuan berupa uang sebesar Rp450 ribu. ’’Banyak juga sih Mas. Lima SD kan muridnya ada ratusan,” ujarnya.

 

 Namun demikian, sumber ini mengatakan bahwa tidak semua murid mendapatkan bantuan tersebut. Hanya murid yang dipilih pihak sekolah.   Uang tersebut dijelaskannya untuk bantuan membeli alat sekolah seperti buku dan seragam.

 

 Dari apa yang didengarnya bahwa bantuan tersebut akan berlanjut selama lima tahun ke depan apabila sang bacaleg terpilih menjadi anggota DPRD. Sementara, bantuannya sendiri baru dapat diambil melalui BRI setelah membuka rekening baru atas nama sang anak.

 

 Wartawan  grup kami  mencoba melakukan penelusuran ke BRI yang berada di Jl. Kimaja, Wayhalim, Bandarlampung. Benar saja, di sana sudah banyak ibu yang mengantre di bawah sebuah tenda yang disediakan tepat di depan bank tersebut. Sebagiannya hanya datang seorang diri dan lainnya datang membawa serta anaknya yang masih mengenakan seragam SD.

BACA JUGA: Polisi Pasang Water Barier di Sepanjang Depan Graha Pena Lamsel

 

 Salah seorang wali murid yang sedang menunggu antrean untuk pencairan bantuan membenarkannya . Ditanya apakah kedatangannya untuk mengambil uang bantuan, seorang ibu mengiyakannya. ’’Iya, Mas,” katanya.

 

 Sang ibu juga menceritakan bagaimana bantuan tersebut diberikan saat wartawan   mengajaknya untuk berbincang. Menurut penjelasannya, bantuan itu sudah diwacanakan sekitar 1 sampai 2 bulan lalu.

 

 Saat itu pula, mereka langsung mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat mencairkan bantuan berupa uang tersebut.  

Mereka diharuskan membuka buku rekening baru atas nama anak mereka yang masih sekolah tersebut.

 

 Syarat pembukaan rekeningnya dengan membawa sebuah lembaran surat dari sekolah, fotokopi KTP suami-istri, dan KIP milik anak.

BACA JUGA:Satresnarkoba Polres Kota Metro Tangkap Dua Pemuda Penjual Tramadol

Lalu membawa serta anak mereka untuk dilakukan sesi pemotretan sebagai salah satu syarat.

 

“Buatnya sih sudah sebulan lalu, sudah berapa kali juga kita tanyain. Akhirnya ya cair sekarang,” katanya.

 

Wali murid yang juga enggan disebutkan namanya ini mengaku cukup senang dapat bantuan tersebut.   Dengan membawa serta anaknya, ia menjelaskan bahwa ada beberapa SDN lain di sekitar Wayhalim yang mendapat bantuan tersebut.

 

 

 

Namun menurutnya, masih ada beberapa SD yang masih belum bisa mencairkan bantuan tersebut. ’’Ibu itu juga dari SD sini, tetapi belum dapat (mencairkan) dia,” ungkapnya sambil menunjuk seorang ibu-ibu yang berdiri di luar antrean.

Kategori :