"Dalam bidang fitopatologi perkembangan teknologi tidak hanya terbatas pada deteksi dan identifikasi penyebab penyakit, pengendalian penyakit, hubungan penyebab penyakit
dengan tanaman inang, tapi juga pengembangan sistem peringatan dini yang terintegrasi dengan internet of thing untuk mencegah persebaran dan menekan kerusakan serta
kerugian akibat adanya penyakit tumbuhan," terangnya
Lebih jauh Joko Prasetyo juga mengatakan bahwa Seminar Ilmiah dan Kongres PFI ini merupakan momentum yang penting bagi semua pihak khususnya warga PFI untuk berkumpul, bertukar pikiran, dan informasi ilmiah yang terbaru, khususnya terkait ilmu penyakit tumbuhan.
"Besar harapan kami kegiatan ini memberikan kontribusi kepada nusa dan bangsa Indonesia yang kita cintai," pungkas Joko Prasetyo.
Adapun Rektor Universitas Lampung yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T. mengatakan bahwa Permasalahan penyakit tanaman
merupakan salah satu permasalahan yang selalu dihadapi dalam setiap kegiatan budidaya tanaman, kerugian yang ditimbulkan bahkan dapat mencapai kurang lebih 30%.
Suripto Dwi Yuwono juga mengatakan bahwa penyakit tanaman akan selalu berubah dan berkembang dinamis mengikuti setiap kegiatan budidaya yang dilakukan petani, kondisi ini
mengharuskan semua pihak untuk menaruh perhatian terhadap permasalahan penyakit tanaman.
"Universitas Lampung dalam hal ini melalui Fakultas Pertanian berkesempatan untuk bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perhimpunan Fitopatologi Indonesia untuk
menyelenggarakan Seminar ilmiah tentang penyakit tanaman dengan tema Modern Plant Pathology For Sustainable Agriculture, Kami berharap seminar hari ini menjadi ajang saling
tukar pengetahuan, saling tukar ide dan pikiran sehingga akan memberi sesuatu yang bermanfaat bagi pertanian di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung," ungkapnya.
Kegiatan Seminar Ilmiah dan Kongres XXVII Perhimpunan Fitopatologi Indonesia ini diikuti oleh 284 orang peserta yang berasal dari berbagai Provinsi di Indonesia, dengan 126 pemakalah dan 147 beserta non-pemakalah.