Agama dan Politik: Haruskah Dipisahkan Secara Diametral?

Senin 17-08-2026,20:05 WIB
Oleh: Admin

Lembaga negara membutuhkan mekanisme kontrol.

Sebab kekuasaan tanpa pengawasan sangat mudah tergelincir menjadi kesewenang-wenangan.

*Pada Akhirnya, Persoalannya Bukan Agama atau Politik*

Perdebatan agama dan politik sering kali terlalu disederhanakan menjadi pilihan: agama atau politik.

Padahal persoalannya bukan demikian.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Politik untuk siapa?

Kekuasaan digunakan untuk apa?

Kebijakan dibuat berdasarkan nilai apa?

Pemimpin mempertanggungjawabkan kekuasaannya kepada siapa?

Jika politik hanya menjadi alat untuk memperkaya diri, tentu politik akan kehilangan martabat.

Jika agama hanya dijadikan alat untuk mendapatkan kekuasaan, agama pun akan kehilangan kemuliaannya dalam ruang publik.

Tetapi jika agama memberikan nilai moral dan politik menjadi sarana untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat, keduanya dapat berjalan berdampingan dalam koridor yang sehat.

Agama tidak harus menjadi partai politik.

Politik juga tidak harus berubah menjadi mimbar agama.

Namun, nilai-nilai agama tidak semestinya dilarang hadir dalam diri orang-orang yang berpolitik.

Tags :
Kategori :

Terkait