Tema “Membangun dari Desa” kemudian menjadi ruh dalam talk show strategis yang digelar usai pelantikan. Diskusi itu membahas bagaimana desa tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran, melainkan pusat pertumbuhan baru yang menyimpan kekuatan ekonomi, budaya, dan pariwisata.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu daerah menemukan kekuatannya sendiri.
“UGM percaya pembangunan Indonesia yang kuat harus bertumpu pada desa. Karena itu kami ingin kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat melalui pengabdian, riset, pendidikan, dan pemberdayaan,” ujarnya.
Wakil Rektor III UGM Dr. Arie Sujito menambahkan bahwa keterlibatan alumni menjadi energi penting dalam memperluas dampak kampus bagi masyarakat.
“KAGAMA memiliki jaringan luar biasa. Ketika alumni, pemerintah daerah, dan kampus bergerak bersama, maka pembangunan akan lebih cepat terasa manfaatnya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP KAGAMA yang juga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A., menilai Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Sumatera yang perlu terus diperkuat, terutama melalui transformasi desa dan pengembangan sumber daya manusia.
“Desa hari ini harus mampu naik kelas. Digitalisasi, pendidikan, dan kolaborasi menjadi kunci. Saya melihat semangat itu tumbuh kuat di Lampung,” ujarnya.
Gubernur Lampung melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, menyambut baik hadirnya kolaborasi besar antara UGM, KAGAMA, dan pemerintah daerah.
“Lampung membutuhkan banyak ruang kolaborasi seperti ini. Kampus memiliki kekuatan ilmu pengetahuan, pemerintah memiliki kewenangan, dan alumni memiliki jaringan serta pengalaman. Jika disatukan, dampaknya akan besar bagi masyarakat,” katanya.
Ketua Pengda KAGAMA Lampung yang juga Bupati Tulang Bawang, Drs. Qodratul Ikhwan, M.M., mengatakan Tayuhan menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus mempertegas kontribusi alumni UGM bagi daerah.
“KAGAMA Lampung harus hadir bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi sebagai bagian dari solusi pembangunan daerah. Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Usai seluruh agenda utama, rombongan melanjutkan perjalanan ke Lampung Selatan.(Lamsel) dalam agenda Anjang Silau bersama rektor UGM, KAGAMA, dan Pemkab Lamsel.
Rombongan disambut oleh Wakil Bupati Lamsel M Syaiful Anwar mewakilkan Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama di Aula Rajabasa Komplek Kantor Bupati Lamsel.
Dalam sambutan, Bupati merasa senang dan terhormat menerima kunjungan rektor UGM serta Kagama di Lamsel. "Kami berteman dengan lulusan UGM saja merasa bangga, apalagi ini bu Rektor langsung berkenan berkunjung ke Lamsel," ucapnya.
Ia mengaku, pihaknya membuka diri untuk menguatkan kerja sama dengan UGM, karena selain letak geografis yang strategis sebagai gerbang Jawa Sumatera.