Namun demikian, insiden ini memicu gelombang respons dari masyarakat dalam komentar video yang diunggah akun media sosial "Satu Lampung" yang videonya telah ditonton hingga 46.500-an.
Sejumlah warganet mengaku memiliki pengalaman serupa terkait pelayanan di Puskesmas Kemiling.
“Puskes Kemiling memang begitu, pelayanannya lama kurang memuaskan. Laporkan ke wali kota, ganti kepala puskesmasnya,” tulis akun Bambang Sudarto.
Komentar lain datang dari akun Nova Maul yang membandingkan pelayanan dengan fasilitas kesehatan lain. Ia mengaku pernah mendapatkan pelayanan cepat saat membawa anaknya berobat pada malam hari di puskesmas berbeda.
“Bawa ke Puskesmas Gedong Air saja, tenaga kesehatan standby 24 jam. Saya pernah bawa anak sesak napas tengah malam dan dilayani dengan baik,” tulisnya.
Sementara itu, akun Naura Salsabila Sofian juga mengungkap pengalaman serupa. Ia menyebut sempat tidak mendapatkan layanan saat membutuhkan pertolongan pada malam hari.
“Padahal faskes saya di Kemiling, tapi saat dibutuhkan tutup. Waktu melahirkan tengah malam akhirnya dibawa ke tempat lain dan dilayani dengan baik,” tulisnya.
Selain itu, masih banyak komentar lain bernada serupa yang menyoroti kualitas pelayanan, terutama pada jam malam.
Sementara itu, keluarga pasien telah mendatangi puskesmas pada Rabu, 1 April 2026 untuk meminta penjelasan secara langsung. Setelah mendapatkan klarifikasi, pihak keluarga disebut menerima penjelasan tersebut dan sepakat menyelesaikan persoalan secara baik.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga pasien juga memberikan masukan agar pelayanan, khususnya pada jam malam, dapat lebih ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pihak puskesmas menyatakan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.
“Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kami agar tidak mengulangi kesalahan dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya.