Prof. Warsito: Waspada Gangguan Jalur Energi Dunia, Umat Islam Harus Siap Mental dan Hidup Hemat

Jumat 20-03-2026,18:07 WIB
Reporter : Admin
Editor : Admin

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGNEWSPAPER — Di tengah suasana khidmat perayaan kemenangan, ratusan jemaah Salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman SDIT Muhammadiyah, Langkapura, mendapatkan pesan peringatan penting terkait kondisi dunia.

Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib, mengingatkan bahwa tantangan pasca-Ramadan bukan hanya soal spiritual, melainkan juga kesiapan menghadapi dampak krisis global yang nyata.

Dalam khutbahnya, Prof. Warsito menyoroti memanasnya geopolitik dunia, mulai dari konflik Rusia-Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan negara-negara besar. Ia memberikan penekanan khusus pada ancaman gangguan di Selat Hormuz, jalur vital yang melayani sekitar 23 persen perdagangan energi dunia.

"Jika jalur ini terganggu, maka efek berantai akan dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga melambungnya harga kebutuhan pokok," tegasnya di hadapan jemaah pada Jumat, 20 Maret 2026.

Menghadapi ketidakpastian tersebut, Prof. Warsito mengajak umat Islam untuk tidak hanya bersabar, tetapi juga proaktif dalam membangun kemandirian. Ia menekankan pentingnya menerapkan pola hidup hemat dan bijak dalam mengelola kebutuhan rumah tangga sebagai bentuk mitigasi ekonomi.

"Islam mengajarkan kemandirian. Dalam situasi yang tidak menentu, kita harus mampu mengelola diri dan kebutuhan dengan bijak," ujarnya, mengaitkan pesan tersebut dengan nilai-nilai pengendalian diri yang telah dilatih selama Ramadan.

Mengutip Surat Al-Baqarah ayat 155, ia mengingatkan bahwa ujian berupa rasa takut, kelaparan, dan kekurangan harta adalah sebuah keniscayaan dalam hidup. Namun, ia juga membangkitkan optimisme jemaah dengan menyitir Surat Al-Insyirah, yang menegaskan bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan bagi mereka yang bertakwa.

Pelaksanaan ibadah di Jalan Swadaya 5, Gunung Terang ini berlangsung tertib. Melalui pesan Prof. Warsito, Idulfitri tahun ini menjadi momentum pengingat bagi warga Bandar Lampung bahwa ketahanan spiritual harus berjalan beriringan dengan kesiapan menghadapi dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

Tags : #idul fitri
Kategori :