BANDARLAMPUNG, LAMPUNGNEWSPAPER– Forum Corporate Social Responsibility Lampung (FCL) menggelar diskusi strategis bertajuk “Outlook Forum CSR Lampung 2026” di Sekretariat Forum CSR Lampung.(28/2/2026)
Ketua Panitia, Bambang Rahmanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap awal tahun dengan tujuan sebagai sarana evaluasi tahun sebelumnya (2025) dan proyeksi startegi prioritas di tahun berjalan (2026). Ditahun ini, FCL tetap mendorong perusahaan menyusun Laporan CSR atau Sustainability Report, serta memperluas keanggotaan.
Poin Utama Diskusi Outlook 2026
• Integrasi Data Program: Menghimpun database CSR agar tidak terjadi tumpang tindih sasaran wilayah maupun sektor.
• Kemandirian Ekonomi: Mendorong UKM agar mampu mandiri secara finansial.
• Menjaga Iklim dan Lingkungan: Mengintegrasikan isu pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui daur ulang.
• Indikator Dampak: Menetapkan ukuran keberhasilan yang juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan daerah dan nasional.
• Peningkatan Kompetensi: Mengembangkan kapasitas berkelanjutan terkait CSR bagi anggota dan pemangku kepentingan.
Ketua Forum CSR Lampung, Saptarini, menekankan bahwa aksi filantropi tetap diperlukan, namun prioritas utama adalah perusahaan wajib tunduk kepada aturan yang berlaku dan menciptakan ekosistem yang membuat masyarakat Lampung mandiri secara ekonomi melalui pendampingan intensif dari sektor korporasi. Ia juga menegaskan pentingnya pelibatan akademisi sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program.
Selain itu, Rini mengajak seluruh pelaku usaha untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah plastik dalam program CSR. Inisiatif bertajuk “Dari Sampah Menjadi Nilai Ekonomi” ini mendorong perusahaan mengedukasi masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya dan mengolahnya.
“FCL mengajak seluruh pelaku usaha di Lampung melihat sampah plastik bukan sebagai beban, melainkan aset. Dengan pemilahan yang benar dan teknologi daur ulang, kita bisa menciptakan lapangan kerja baru sekaligus produk bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat desa binaan. Banyak lapangan kerja baru tercipta dari upaya menjaga suhu bumi,” tegas Ketua Forum CSR Lampung.
Diskusi juga diisi dengan berbagi pengalaman peserta mengenai program CSR yang telah dijalankan maupun rencana yang menjadi fokus perusahaan masing-masing.