Netizen Ramai Komentari Langkah Pemkot Metro Benahi Shopping Center

Netizen Ramai Komentari Langkah Pemkot Metro Benahi Shopping Center

--

METRO,LAMPUNGNEWSPAPER.COM— Langkah Pemkot Metro membenahi Shopping Center jadi perbincangan hangat di ranah digital. Ruang publik virtual warga Bumi Sai Wawai riuh setelah penggiat media Pakngah Hendi, mengunggah pernyataan menohok di grup Facebook Info Metro Terkini.

Dalam unggahannya, Hendi memajang foto pemasangan plang kuning bertuliskan pengumuman tegas bahwa kompleks pertokoan tersebut merupakan aset resmi Pemerintah Kota Metro dan saat ini tidak disewakan kepada pihak mana pun. 

"Shopping adalah Aset Pemerintah Daerah Kota Metro bukan Harta Warisan Nenek Moyang yang bisa semaunya Disewakan,"  tulis Hendi dalam takarir unggahannya, Jumat, (2/10/2026). 

Pernyataan ini langsung menjadi pemantik perdebatan panas mengenai transparansi tata kelola aset dan mitigasi risiko keselamatan publik.

BACA JUGA:Pemkot Metro Mulai Pasang Stiker Shopping Center Sebagai Penegasan Aset Milik Daerah

BACA JUGA:Kronologi Shopping Center Metro, Desakan Penindakan Pungli dan Penataan

Unggahan tersebut segera memanen gelombang dukungan masif dari warganet yang mendesak pemerintah daerah bersikap tegas. Publik menilai kejelasan status hukum ini merupakan momentum penting untuk membersihkan area dari praktik klaim sepihak. 

Akun Lilis Ferlina Sari mengapresiasi langkah tersebut dengan menulis, "Bnyk pertanyaan timbul. Terjawab sudh tenyt punya pem Kot." Sentimen radikal untuk merombak total kawasan pun bermunculan. Akun Daniel Emen menulis, "BONGKAR AJA RATAIN SEMUA, BUAT JADI PUSAT KULINER, TEMPATNYA JUGA SANGAT STRATEGIS DIPUSAT KOTA METRO."

Di balik dukungan warganet tersebut, kecemasan terbesar warga justru tertuju pada kondisi fisik bangunan yang telah berusia uzur dan tidak terawat usai diresmikan pada dekade 1980-an. Keselamatan jiwa pengunjung dan pedagang dianggap sebagai prioritas mendesak yang tidak bisa ditawar lagi. 

Akun Ghania Wedasmara menguraikan pandangan panjang bahwa evaluasi Pemkot Metro harus didukung penuh demi menghindari runtuhnya bangunan. "Jangan sampai menunggu terjadi kerusakan atau kejadian yang membahayakan pedagang maupun pengunjung,"  tulisnya. 

Kekhawatiran ini diperkuat oleh akun Mas Bayu yang menyoroti kondisi riil di lapangan. "Kalau bangunan sdh banyak yang retak mending di bongkar aja dulu dari pada kenapa-kenapa," cetusnya.

Namun, langkah penanganin pemkot ini tidak bukan tanpa batu sandungan. Pro-kontra tetap mewarnai kolom komentar. Kritikan tajam datang dari Sugiono Hartanto yang mempertanyakan mengapa Pemkot Metro tidak memasang papan peringatan bahaya berukuran besar sejak awal jika gedung tersebut memang dinilai sudah lapuk dan mengancam keselamatan.

Selain masalah komunikasi publik, aspek sosial ekonomi para pedagang kecil yang menggantungkan hidup di sana turut memicu perdebatan. Akun Brian Sanjaya menyuarakan kegelisahan pelaku usaha lokal yang merasa terjepit di tengah konflik. "Tohh yang usaha di shopping jga sekarang sama sama nya orang metro juga yang nyari rejeki, gtu aja masiih aja di godak gadik in hadehh,"  tulisnya. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota Metro menegaskan Gedung Shopping Center merupakan aset daerah yang berada dalam pengawasan pemerintah dan tidak disewakan kepada pihak mana pun.

Sumber: