BPOM Jaga Keamanan Pangan di Pasar hingga Sekolah

BPOM Jaga Keamanan Pangan di Pasar hingga Sekolah

Advokasi Keamanan Pangan Program Prioritas Nasional, di Hotel Emersia, Kamis (14/3/2024). --Deka Agustina Ramlan

BANDARLAMPUNG,LAMPUNGNEWSPAPER - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung akan melakukan intervensi atau ikut langsung menjaga keamanan pangan terhadap beberapa kelurahan, pasar, dan sekolah di Kota Tapis Berseri ini.

Hal itu diungkapkan Kepala BBPOM di Bandar Lampung Ani Fatimah Isfarjanti, usai acara Advokasi Keamanan Pangan Program Prioritas Nasional, di Hotel Emersia, Kamis (14/3/2024). “Kita nanti yang akan diintervensi dalam program nasional ini nantinya ada 5 kelurahan, 2 pasar, dan 10 sekolah yang ada di Bandar Lampung,” kata dia. 

Ani mengatakan, keamanan pangan ini juga merupakan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

"Diupayakan adanya peningkatan kesehatan masyarakat, menggugah komunitas desa, komunitas pasar dan sekolah untuk dapat berpartisipasi dan mandiri dalam keamanan pangan," jelasnya.

Selain itu, terangnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung juga diminta untuk berkomitmen keamanan pangan ini sampai pada tingkat kelurahan.

BACA JUGA:Gubernur Dorong Sinergi Semua Sektor untuk Pertahankan Predikat Lampung Lumbung Pangan Nasional

"Kami juga mendorong komitmen pemerintah daerah untuk keamanan pangan di tingkat desa, pasar, serta sekolah dengan meningkatkan koordinasi antar instansi,” paparnya.

Ani menjelaskan, sebanyak 5 kelurahan di Bandar Lampung yang mendapat intervensi keamanan pangan diantaranya Kelurahan Sukaraja, Penengahan Raya, lalu Kedamaian.

"Serta kelurahan Labuhan Dalam, dan Sumber Agung. Sementara untuk pasarnya adalah Pasar Cimeng dan Tamin," terang dia.

Kemudian kalau daftar sekolahnya yang akan diberikan advokasi soal keamanan pangan ini ada di dinas pendidikan Kota Bandar Lampung. 

"Jadi nanti kami koordinasi dengan dinas pendidikan. Kita berharap masyarakat ini lebih paham dengan pentingnya keamanan pangan khususnya dari empat zat berbahaya yakni melanin yellow, rhodamin, formalin, dan boraks," ungkapnya.

Sementara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Bandar Lampung, Tole Dailami menyampaikan, pengetahuan keamanan pangan ini sangat penting khususnya bagi siswa sekolah.

“Sebenarnya yang paling rawan ini anak sekolah ya. Karena itu ditekankan pentingnya di sekolah ada kantin supaya anak itu terkontrol tidak jajan di luar," ujarnya.

Selain itu, keamanan pangan di desa juga penting untuk keamanan pangan yang dikonsumsi keluarganya.

Sumber: