Pemkot Bandar Lampung Akan Dapat Bantuan Alat Pengolahan Sampah Dari Kementerian ESDM

Pemkot Bandar Lampung Akan Dapat Bantuan Alat Pengolahan Sampah Dari Kementerian ESDM

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Marhendra Jalyas--Deka Agustina Ramlan

BANDARLAMPUNG,LAMPUNGNEWSPAPER - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan mendapat alat pengolah sampah anorganik menjadi briket dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di tahun 2024 ini. 

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Marhendra Jalyas mengatakan, briket tersebut akan digunakan sebagai media Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

Marhendra juga menjelaskan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil uji kelayakan sampel sampah di 20 UPT DLH Bandar Lampung oleh Kementerian ESDM pada Agustus 2023 lalu.

“Setelah uji kelayakan, endingnya di Bogor untuk tindak lanjutnya. Kadis kita sudah mengirimkan data apa yang harus dilengkapi. InsyaAllah terealisasi 2024 ini,” kata dia, Senin (22/1/2024).

Marhendra mengatakan, dirinya juga telah berdiskusi dengan pihak kementerian ESDM melalui daring. Tentang realisasi alat pengolah sampah menjadi briket yang mengadaptasi milik Pemerintah Kota Solo.

“Kemarin sudah zoom meeting dan insyallah 2024 terealisasi hibah alat untuk PLTS. Bentuk alatnya seperti yang di Kota Solo dan memang sudah berhasil di sana. Cuma untuk detail alatnya saya juga kurang tahu seperti apa karena saya belum pernah studi banding juga ke Solo,” jelasnya.

BACA JUGA:Hanya Rp600 Juta, Retribusi Parkir Bandar Lampung 2023 Tak Capai Target

Marhendra menyebutkan, volume sampah di Bandar Lampung mencapai 800-1000 ton per hari. Ia memaparkan nantinya sampah akan dipilah dan hanya sampah anorganik saja yang masuk ke alat PLTS untuk diolah menjadi briket.

“Nanti briket ini akan dijual ke PLTU Tarahan untuk dijadikan pembangkit listrik,” pungkasnya. (dka)

Sumber: