Masa Depan dan Pemimpin Baru PTN di Lampung
Masa Depan dan Pemimpin Baru PTN di Lampung--
Menurut mereka, perguruan tinggi membutuhkan pemimpin yang dipilih berdasarkan kapasitas, integritas, pengalaman, jejaring, dan visi masa depan institusi.
Dunia pendidikan tinggi tidak boleh terjebak dalam romantisme kelompok, apalagi sekadar pertimbangan primordial yang justru mempersempit ruang meritokrasi.
Sejarah pendidikan tinggi di Lampung sendiri menunjukkan bahwa banyak tokoh dengan latar belakang beragam turut berkontribusi membangun dan membesarkan kampus-kampus negeri di daerah ini.
Kemajuan institusi lahir dari kemampuan menghimpun orang-orang terbaik, bukan dari kesamaan asal-usul semata.
Karena itu, publik berharap proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi benar-benar berorientasi pada kebutuhan strategis institusi dan tantangan masa depan.
Kampus membutuhkan pemimpin yang mampu berpikir melampaui kepentingan jangka pendek serta berani membangun sistem yang sehat dan berkelanjutan.
Yang dibutuhkan kampus hari ini adalah pemimpin yang mampu mengakselerasi kemajuan, membangun sistem yang sehat, memperluas jejaring, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks (era vuca akibat perkembangan digital, dan AI), publik kini menanti hadirnya pemimpin perguruan tinggi negeri di Lampung yang tidak hanya memiliki visi besar, tetapi juga integritas kuat dan kewibawaan akademik.
Serta, pemimpin yang memiliki pengalaman nyata dan kemampuan membawa kampus melangkah lebih maju di tingkat nasional maupun global.
Kampus bukan hanya tentang gedung, jabatan, atau seremoni akademik. Kampus adalah tempat lahirnya harapan, ilmu pengetahuan, dan masa depan generasi.
Dalam petuah tua masyarakat Lampung dikenal ungkapan “piil pesenggiri” — menjaga martabat dan kehormatan diri dengan tanggung jawab serta keteladanan.
Nilai itulah yang sesungguhnya paling dibutuhkan perguruan tinggi hari ini: pemimpin yang menjaga marwah ilmu, merawat kepercayaan publik, dan bekerja bukan demi kepentingan pribadi, melainkan demi masa depan daerah dan bangsa. Tabik pun!
Sumber: