Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera

Ketika Sampah Kota Metro Menjadi Sandera

--

Maka, memoles konflik ini menjadi drama hitam-putih, seolah pemerintah adalah penjahat kejam dan warga adalah korban yang tertindas, adalah sebuah dramatisasi yang melelahkan.

Pendapat warga Metro yang sesederhana kesal karena sampah sudah menumpuk berhari-hari di depan rumah tak elok direduksi menjadi “pendukung pemerintah”. Keberpihakan yang sejati adalah menjaga agar seluruh roda kebersihan kota ini tetap berputar, sejalan dengan aspirasi warga di sekitar TPAS Karangrejo yang juga diakomodir.

Seperti yang saya sampaikan ke Mas Agus Rianto yang lebih dikenal Agus Black, Ketua Aliansi Masyarakat Karangrejo Bersatu, bahwa kami ingin mengurai duduk persoalan. Lalu, apa jalan tengahnya. Fokus pada penyelesaian, menitikberatkan jalan keluar.

Hari ini, Selasa 18 Agustus 2026, saya yang tinggal di Ganjarasri, Metro Barat, bersilaturahmi ke rumah Mas Agus Black di Karangrejo. Dia dengan hangat menawarkan kopi yang katanya dipanen dari kebun sendiri. Tentu ke depan, saya berharap bisa berbincang juga dengan Rahmad Al Amin, untuk diskusi, ngobrol tentang persoalan di Bumi Sai Wawai yang sama-sama kita tinggali, lalu berusaha menjadi bagian dari solusi. Tabik. (*)

Sumber: