Mengakhiri Siklus Perundungan
Mengakhiri Siklus Perundungan--
Korban juga perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan mengenai langkah yang akan ditempuh. Kesempatan memilih cara melapor, berlatih menghadapi situasi sulit, hingga diberi tanggung jawab dalam berbagai kegiatan sekolah merupakan bagian dari proses mengembalikan rasa percaya diri. Pemulihan sejati terjadi ketika anak merasa memiliki kendali atas hidupnya, bukan ketika semua keputusan diambilkan oleh orang dewasa.
Peran psikolog terhadap korban tidak hanya memproses trauma, tetapi juga membangun keterampilan hidup seperti komunikasi asertif, manajemen konflik, serta kemampuan memilih lingkungan pertemanan yang sehat. Luka tidak mungkin dihapus, tetapi makna atas pengalaman itu dapat diubah. Anak perlu sampai pada keyakinan bahwa pengalaman buruk tidak menentukan masa depannya.
Pada akhirnya, perundungan hanya dapat dihentikan melalui kerja bersama antara keluarga, sekolah, dan tenaga profesional. Tidak ada satu pihak pun yang mampu menyelesaikannya sendiri. Yang dibutuhkan bukan sekadar sistem penghukuman, melainkan sistem yang mampu memulihkan, mendidik, dan mencegah.
Keberhasilan penanganan perundungan bukan diukur dari beratnya hukuman yang dijatuhkan, melainkan dari berkurangnya jumlah anak yang menjadi korban dan semakin banyaknya anak yang tumbuh dengan empati.
Sebab, menghukum mungkin lebih mudah daripada menyembuhkan. Namun hanya dengan penyembuhanlah siklus perundungan dapat benar-benar diakhiri, sehingga sekolah kembali menjadi ruang yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi manusia.
* Kepala Sekolah Tumbuh Kembang Homeschooling Yogyakarta dan praktisi psikologi anak dan remaja
Sumber: