Ono Opo, Sugiono Oh Sugiono
Ono Opo, Sugiono Oh Sugiono--
Orang Lampung punya falsafah “Piil Pesenggiri", mengajarkan harga diri, kehormatan, dan keberanian menjaga martabat.
Nilai ini bukan hanya berlaku dalam kehidupan adat, tetapi juga relevan dalam sikap berbangsa dan bernegara.
Kalau ada ketidakadilan lalu kita malah terlalu sibuk memilih diksi aman, masyarakat Lampung biasanya bilang “Cadang hati nihan.” Hilang keberanian moral.
Menurut Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS), laut internasional menjamin kebebasan navigasi kapal sipil.
Intersepsi terhadap kapal bantuan kemanusiaan di luar wilayah teritorial suatu negara merupakan isu hukum internasional yang sangat serius.
Kasus ini mengingatkan dunia pada peristiwa Gaza flotilla raid tahun 2010 yang juga menuai kecaman internasional setelah armada bantuan Gaza diserang militer Israel.
Kini pola yang sama kembali terjadi kapal sipil dicegat, relawan ditahan, bahkan dianiaya, jurnalis dibatasi, lalu tindakan tersebut dinormalisasi dengan istilah “pengamanan”.
Dalam istilah wong Jowo, keadaan seperti ini sering disebut “Sing salah kok dibenerke.” Yang salah justru dinormalisasi seolah benar.
Jika praktik seperti ini terus dianggap wajar, maka hukum internasional hanya akan menjadi alat negara kuat terhadap masyarakat sipil global.
***
Masyarakat ya pastinya mulai mendesak Presiden evaluasi terhadap Sugiono.
Ada yang marah.
Ada yang kecewa.
Ada juga yang bikin meme.
Karena di negeri +62, kritik politik kadang lahir dari dua hal: rasa cinta dan kuota internet.
Sumber: