Bentang Alam dan Jalur Ekstrem Lampung Barat Beri Kepuasan Tersendiri Bagi Para Offroader
--
LAMPUNGBARAT,LAMPUNGNEWSPAPER.COM--Lumpur, batu, dan tanjakan curam pegunungan Lampung Barat benar-benar menjadi rollercoaster yang memberi kepuasan tersendiri bagi para offroader.
Fun Offroad Jelajah Alam Lampung Barat 2026 yang mengusung tema "Satukan Jangan Pisahkan" ini digelar Suzuki Katana Jimny Indonesia (SKIn) Chapter Lampung Barat sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat.
Sebanyak 32 unit kendaraan dan sekitar 150 personel offroader dari Lampung Selatan, Pringsewu, Tanggamus, Bandar Lampung, hingga Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, ambil bagian dalam jelajah ini.
Bendera start dikibarkan langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus yang juga Ketua SKIn Chapter Lampung Barat di Kebun Raya Liwa (KRL) Sabtu (26/9/2026).
BACA JUGA:Bupati Parosil Sampaikan 3 Ranperda ke DPRD Lampung Barat
BACA JUGA:Sekda Lambar Ajak Forkopimda Jadikan Olahraga Budaya Kebersamaan
Tak hanya melepas, orang nomor satu di Lampung Barat itu ikut turun langsung menjajal ganasnya lintasan bersama Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial dan YM Sultan Jaya Kesuma IV Paksi Bejalan Di Way, berbaur dengan peserta lainnya dalam lintasan.
Rute 30 kilometer yang disiapkan panitia bukan jalur biasa. Start dari KRL - masuk ke Landos Pekon Way Empulau Ulu Kecamatan Balik Bukit - Sukamarga - dan kembali finish di KRL.
Awalnya para offroader dimanjakan. Jalan aspal Kota Liwa dengan maskot-maskot ikonik dan udara sejuk pegunungan menyuguhkan pemandangan yang menenangkan mata. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama.
Perlahan aspal hilang, berganti batu cadas yang menghentak sasis. Tak lama, tanah merah dengan tanjakan hampir vertikal dan turunan curam menguji nyali. Puncaknya, kubangan lumpur pekat siap menelan ban.
Rollercoaster sesungguhnya dimulai di sini. Mesin meraung, ban berputar tanpa cengkeraman, winch menjerit menarik satu per satu kendaraan yang terperosok.
Drama pun terjadi. Hujan yang mengguyur di tengah jalur membuat lintasan berubah menjadi jebakan licin.
Beberapa unit kendaraan tumbang, stir patah dan mesin overheat. Tak semua offroader mampu mencapai garis finish di hari itu.
Ada yang harus menyerah, memutuskan bermalam di tengah hutan, di antara kebun kopi milik warga dan dinginnya hutan Lampung Barat, sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.
Sumber: