Jangan Rusak Keadilan SPMB
Jangan Rusak Keadilan SPMB--
Menaikkan kuota untuk beberapa jalur dengan cara ngawur seperti ini sangat rawan menjadi “jalur titipan”. Kalau ini dibiarkan, anak pinter dan cerdas dari keluarga tidak mampu bisa mati kutu.
Penyusunan Juknis itu juga berpedoman dengan aturan yang lebih tinggi, bukan hanya keputusan Bupati atau Walikota. Perubahan kuota juga terjadi SMPN 6 Bandar Lampung, dimana Jalur Prestasi dan Zonasi dipangkas habis, sementara jalur Afirmasi terjadi penggemukan.
Walaupun melanggar Juknis, perubahan tersebut masih bisa diterima, mengingat jalur afirmasi diperuntukkan bagi anak dari keluarga kurang mampu, maka wajib diperhatikan.
Hal yang sangat mendesak untuk dilakukan Walikota saat ini adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB secara menyeluruh, bukan hanya SMPN 2 saja. Besar kemungkinan juga terjadi di SMPN yang lain, terutama yang banyak jalur prestasinya.
Jika terbukti terjadi pelanggaran, maka hasil SPMB harus dibatalkan.
Lakukan penataan ulang sesuai kuota yang ditentukan dalam Juknis, untuk memastikan kuota berjalan transparan. Pembatalan ini sangat dimungkinkan, karena pengumuman yang diunggah SMPN 2 Bandar Lampung bersifat sementara.
Bisa jadi “Pengumuman SEMENTARA” itu cuma akal-akalan, tujuannya supaya tidak bisa digugat kalau ada pihak-pihak yang menggugat.
Komisi IV DPRD Bandarlampung agar mengambil sikap dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran pelaksanaan SPMB ini. Audit dan evaluasi semua kepala sekolah dan beri sanksi jika terbukti melakukan pelanggaran sesuai PP 94/2021, termasuk pihak-pihak lain yang terlibat.
Ombudsman RI perwakilan Lampung wajib turun tanpa harus menunnggu laporan.
Hal ini sangat mungkin, terutama sekolah-sekolah yang banyak jalur prestasinya. Memang, secara nalar kuota tersebut bisa diubah, kalau jumlah pendaftar tidak memenuhi kuota yang ada.
Akan tetapi, kalau jumlah pendaftar membludak dan berlipat seperti yang terjadi di SMPN 2 Bandar Lampung untuk jalur domisili, atas alasan apa mesti dipangkas dan dialihkan ke jalur yang lain?
Sumber: