UIN RIL - Unila Sepakati Perluas Kerja Sama di Bidang Tridarma dan Internasionalisasi
UIN RIL - Unila Sepakati Perluas Kerja Sama di Bidang Tridarma dan Internasionalisasi--
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua perguruan tinggi.
Menurutnya, sinergi antar perguruan tinggi di Lampung penting untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Langkah awal kita adalah bersama-sama untuk Provinsi Lampung yang kita cintai ini, dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas,” ujar Prof. Lusmeilia.
Ia menjelaskan saat ini Universitas Lampung memiliki delapan fakultas dan satu program pascasarjana dengan total 128 program studi, termasuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta sejumlah program studi yang telah terakreditasi unggul dan internasional.
Prof. Lusmeilia juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami membuka peluang kerja sama yang lebih erat lagi, baik dalam penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Kami juga mengajak dosen UIN untuk berkolaborasi dalam penelitian dan kegiatan pengabdian,” katanya.
Ia juga menyinggung program kerja sama antar perguruan tinggi di Lampung yang pernah dijalankan dengan dorongan dan dukungan dari pemerintah Provinsi Lampung, termasuk dalam kegiatan KKN yang melibatkan Unila, UIN Raden Intan Lampung, dan Itera.
Ke depan, kerja sama juga dapat dikembangkan dalam pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah yang dapat diolah menjadi pupuk dan memiliki nilai ekonomi.
“Mulai hari ini kita bisa mulai bergerak, apa yang kita kerjasamakan antara Unila dan UIN bisa kita mulai dari pengelolaan sampah, yang hasilnya bisa menjadi pupuk dan memiliki nilai,” ujarnya.
Wakil Rektor II Unila Dr. Habibullah Jimad menambahkan bahwa rendahnya angka partisipasi pendidikan di Lampung masih menjadi pekerjaan rumah bagi perguruan tinggi di daerah ini.
Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan bersama yang perlu dijawab melalui kolaborasi antar perguruan tinggi, termasuk dalam bidang penelitian dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unila Prof. Ayi Ahadiat menyoroti potensi sinergi internasional antara kedua kampus, salah satunya melalui mahasiswa asing yang belajar di UIN Raden Intan Lampung, khususnya dari Thailand Selatan.
Ia mengusulkan agar mahasiswa tersebut dapat mengikuti perkuliahan selama satu semester di Unila sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi.
Selain itu, ia juga mendorong penyelenggaraan konferensi internasional bersama, program adjunct professor, visiting scholar, serta kerja sama dalam pengembangan jurnal ilmiah.
“Semoga kerja sama antara Unila dan UIN dapat diformulasikan dalam perjanjian kerja sama yang lebih spesifik dan terukur,” katanya.
Sumber: