KALIANDA,LAMPUNGNEWSPAPER - Bencana kekeringan menjadi salah satu faktor alam yang tidak bisa dihindari.
Namun, pemerintah harus berupaya semaksimal mungkin melakukan penanganan saat musibah tersebut melanda. Hal ini menjadi salah satu dasar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan menggelar sosialisasi kontingensi bencana kekeringan dan cuaca ekstem (puting beliung), di Aula Rajabasa Kantor Bupati Lamsel, Selasa (19/12/2023). Kepala Pelaksana BPBD Lamsel, Ariswandi, SH, MH menegaskan, bencana kekeringan dan cuaca ekstrem merupakan bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi tiap tahun di Kabupaten Lampung Selatan. Dimana, sepanjang tahun 2015 - 2022 telah terjadi 124 kali kejadian cuaca ekstrem dan terjadi 6 kali kejadian kekeringan. "Berdasarkan hasil kajian resiko Kabupaten Lampung Selatan, inarisk BNPB potensi luas bahaya kekeringan seluas 70.034 hektare, 1.057.664 jiwa berpotensi terpapar. Dimana, kurang lebih 6 triliun potensi kerugian ekonomi, 4.128 hektare luas lahan terdampak," ujar Ariswandi. Menurutnya, untuk luas bahaya cuaca ekstrem mencapai 51.341 hektare, 930.802 jiwa berpotensi terpapar kurang lebih 14 triliun potensi kerugian fisik bangunan dan ekonomi. Melihat potensi bencana kekeringan dan cuaca ekstrem yang tinggi. BACA JUGA:BLT-DD Masih Prioritas Penggunaan DD Tahun 2024 Maka, Kabupten Lampung Selatan perlu menyusun rencana kontingensi untuk mengantisipasi bencana sebagai salah satu bentuk perencanaan untuk kondisi saat bencana terjadi. “Maksud disusunnya rencana kontingensi sebagai acuan bagi Pemkab Lampung Selatan dan masyarakat dalam menyusun pedoman perencanaan, kebijakan publik dan implementasi dalam upaya pengurangan resiko bencana di Lamsel agar lebih terpadu dan efektif," tegasnya. Untuk diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan telah menyiapkan personil dan peralatan guna menghadapi bencana hidrometeorologi. BPBD Lampung Selatan telah melakukan kesiapsiagaan meliputi persiapan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) sebanyak 35 org, dengan melakukan piket jaga selama 24 jam , melakukan patroli udara dan informasi peringatan dini melalui Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD kepada operator Pusdalops di kecamatan, desa serta rapi. Kemudian, persiapan peralatan banjir seperti perahu karet 6 unit, peralatan penyelamatan, pelampung dan lain - lain. Selain itu, persiapan kendaraan operasional yakni truck serbaguna 1 unit, ambulance 1 unit, mobil pickup 2 unit dan mobil ranger 1 unit. (*)51 Hektar Lahan Terancam Cuaca Ekstrem
Selasa 19-12-2023,19:40 WIB
Reporter : Idho Mai Saputra
Editor : Khairul
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 04-06-2026,22:49 WIB
Sambangi 7 Kecamatan Dalam Sehari, Wabup Lambar Mad Hasnurin Tekankan Disiplin ASN
Kamis 04-06-2026,23:26 WIB
Hadirkan Rasa Aman, Personel Polres Lampura Giatkan Patroli
Kamis 04-06-2026,23:30 WIB
Thabrani Hasyim Resmi Pimpin Sekretariat DPRD Lamtim
Kamis 04-06-2026,21:56 WIB
Rektor UIN RIL Harap Guru Profesional Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kamis 04-06-2026,23:22 WIB
UIN RIL Gelar Webinar Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bahas Kampus Adaptif terhadap Risiko Banjir
Terkini
Jumat 05-06-2026,15:01 WIB
44 Tahun Menanti, Kodim 0429/Lamtim Bangun Jembatan Perintis Garuda Desa Rantau Fajar
Jumat 05-06-2026,10:56 WIB
Kuliah Umum Internasional FTK UIN RIL Buka Wawasan Mahasiswa tentang Peluang Studi dan Riset di Arab Saudi
Jumat 05-06-2026,10:38 WIB
Sinergi Lintas Unsur, Desa Sukajaya Perkuat Langkah Cegah dan Tekan Stunting
Jumat 05-06-2026,10:34 WIB
UIN Raden Intan Lampung – PT Pegadaian Jalin Kerja Sama, Perkuat Tridarma dan Literasi Keuangan
Jumat 05-06-2026,09:16 WIB