Pemkab Lambar Lakukan Pembinaan Penyuluh Agama, Guru Ngaji, Marbot dan Imam Masjid

Selasa 12-12-2023,21:19 WIB
Reporter : Ade Irawan
Editor : Khairul

LAMBAR,LAMPUNGNEWSPAPER- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) melakukan pembinaan terhadap penyuluh agama, guru ngaji, marbot dan imam masjid pada Selasa (12/12/2023).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Pj. Bupati Lampung Barat Drs. Nukman MM., di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat dan dihadiri 140 peserta terdiri dari 80 orang penyuluh agama, 60 orang terdiri dari guru ngaji, marbot dan imam masjid.

Diketahui, 140 peserta itu berasal dari 15 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Lampung Barat.

Kegiatan pembinaan tersebut ditujukan agar terjalin koordinasi dan sinergi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan tokoh agama di seluruh kabupaten Lampung Barat.

Kegiatan itu dinarasumberi oleh Kasi Bimas Kemenag Lampung Barat Kailani dan kepala Bagian Kesra Setdakab Lampung Barat Noviandri.

BACA JUGA:Pemkab Lambar Terima 100 Sertifikat Tanah Hak Pakai dari BPN

Menurut Pj. Bupati Lampung Barat Drs. peran penyuluh agama, guru ngaji, imam masjid dan marbot sangat penting. Sebab kata Nukman, pembangunna manusia tidak tidak hanya dari segi jasmani fisik semata, melainkan juga harus dari rohaniah mental spiritual.

"Proses menyampaikan pesan dan informasi harus dilakukan dengan benar kepada masyarakat sesuai dengan ajaran islam yang beraumber dari Al-Quran dan hadist," kata Nukman.

Nukman menyatakan, berdasarkan survey kerukunan umat beragama di kabupaten Lampung Barat tahun 2023 yang dilkasanakna oleh pemerintah daerah bekerjasama dengan Universitas Lampung, bahwa indek kerukunan umat beragama masuk dalam kategori sangat tinggi yang mencapai hingga 88,6 persen.

"Tentu, kondisi ini menunjukkan bahwa di kabupaten Lampung Barat telah terbina kerukunan umat beragama yang sangat baik," ujarnya.

Nukman mengklaim, hal itu menjadi keselarasan dengan misi ke-5 Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mengembangkan perikehidupan masyarakat yang agamis, berbudaya, demokratis, kesetaraan gender, dan partisipatif.

"Pencapaian ini tidak terlepas dari peran para tokoh agama dalam menyampaikan ajaran agama yang dianutnya dengan cara saling menghormati, toleransi, dan meningkatkan kesepahaman terkait kaidah agama masing-masing serta menjaga silturrahmi dengan masyarakat," pungkasnya.(*)

Tags :
Kategori :

Terkait