Lampungnewspaper.com - H.Herman Artha. RM,S.I.Kom., MM gelar Suttan Kuasa Marga Selaku Ketua Faderasi Masyarakat Adat mego pak Tulang Bawang Barat (Tubaba), Menyoroti masalah Pembangunan dua paket proyek bencana pada BPBD Tubaba senilai Rp12,2 miliar di tiyuh Bandar Dewa Tulang Bawang Tengah dan Tiyuh Gedung Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU). Herman Artha yang juga tokoh pemekaran Tubaba tersebut sangat mendukung langkah DPRD Tubaba untuk melakukan pengawasan ketat terhadap dua paket penimbunan badan jalan di daerah rawan banjir tersebut. \"Masyarakat tentunya berharap proyek penimbunan dua titik jalan kabupaten tersebut dapat menghasilkan kualitas yang baik dan dikerjakan sesuai bestek. Apalagi jalan yang ditumbun tersebut merupakan akses utama didaerah kampung tua yang acapkali terendam banjir,\" ungkap H.Herman Artha, RM kepada sejumlah awak media, Jumat siang (18/9/2020) ditemui disela Kunjungan Pangdam II/Sriwijaya di Tubaba. Lebih lanjut H.Herman Artha mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Tubaba yang telah memprioritaskan dua kegiatan rehabilitasi rekonstruksi (RR) pasca bencana yang bersumber dari dana hibah BNPB tersebut. \"Dua lokasi proyek ini memang menjadi keluhan masyarakat. Setiap banjir besar dua titik jalan ini terendam air dan memutus akses jalan warga,\"terangnya. Selanjutnya dia berharap kepada dua rekanan yang mengerjakan dua paket tersebut dapat mengutamakan kualitas pekerjaan. Jika pekerjaan dilakukan asal-asalan maka dapat dipastikan dua titik jalan tersebut akan menjadi masalah baru mengingat jalannya merupakan jalan timbunan. \"Dinas terkait juga harus tanggap terhadap permasalahan yang terjadi di kedua kegiatan tersebut. Jangan sampai pekerjaan tidak baik dibenarkan,\"harapnya. Pihak rekanan harus menggunakan material tanah yang lulus uji lab lanjutnya, ini untuk menjamin kualitas timbunan agar tidak bergerak dimusim hujan. Selain itu, pemadatan juga harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan spek teknis pekerjaan. \"Kalau material tanah menggunakan kualitas yang tidak lulus uji lab, maka dijamin musim hujan akan menjadi bubur,\"ujarnya. Sebelumnya, DPRD Tubaba menemukan kejanggalan pada pekerjaan dua paket proyek bencana tersebut. Dua kegiatan penimbunan jalan tersebut yakni di Tiyuh Bandar Dewa, Tulang Bawang Tengah senilai Rp6,5 miliar yang dikerjakan PT.Saraswati Cipta Talenta dan penimbunan jalan di Tiyuh Gedung Ratu, Tulang Bawang Udik yang dikerjakan PT. Chaira Jaya Mandiri dengan nilai kontrak Rp5,7 miliar rupiah. \"Dua kegiatan proyek penimbunan jalan itu terkesan tidak mengutamakan kualitas pekerjaan. Ini menjadi temuan kami saat melakukan sidak didua kegiatan tersebut,\"ujar Ketua Komisi I DPRD Tubaba, Yantoni (SANUR)
Ketua Fedarasi Masyarakat Adat Mego Pak Soroti Proyek BPBD Tubaba
Jumat 18-09-2020,19:16 WIB
Editor : Redaksi Lampung Newspaper
Kategori :