Iskhaq juga mengingatkan para lulusan agar tidak terjebak “sindrom toga”, yakni perasaan menganggap diri lebih baik dari orang lain.
“Sindrom toga adalah perasaan yang menganggap bahwa dirinya sudah lebih baik dari orang lain. Jangan terjebak pada penyakit psikologis itu. Teruslah belajar dan memberi manfaat,” pesannya.
Sidang Senat Terbuka Universitas Saburai berlangsung khidmat. Prosesi itu tidak hanya menandai berakhirnya masa studi, tetapi juga awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (*)