Ngaji Ala Tiongkok: Jalan Indonesia Emas 2045

Selasa 19-05-2026,19:35 WIB
Oleh: Aprohan Saputra

Sementara penelitian Peran Strategis Pemerintah Desa dalam Pengembangan UMKM untuk Penguatan Sektor Ekonomi Lokal menekankan bahwa pemerintah desa memiliki peran penting dalam membantu UMKM mengatasi hambatan modal, pemasaran, hingga akses usaha. (UNM Online Journal Systems)

Padahal Indonesia memiliki modal luar biasa untuk menjadi negara mandiri dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.

Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, tanah subur, iklim tropis, kekayaan laut yang besar, serta bonus demografi yang sangat potensial. Lebih dari 64 juta UMKM tersebar di seluruh daerah dan menyerap mayoritas tenaga kerja nasional. Jika dikelola dengan benar, kekuatan ini bisa menjadi fondasi kebangkitan ekonomi nasional.

Indonesia sebenarnya mampu membangun model industri desa seperti Tiongkok.

Lampung dapat menjadi pusat industri singkong, kopi, dan pangan olahan. Jawa Tengah dapat memperkuat industri furnitur rakyat. Sulawesi mampu mengembangkan hilirisasi kakao dan hasil laut. Kalimantan memiliki potensi industri turunan hasil hutan dan pangan. Papua dapat menjadi pusat pengolahan sagu, perikanan, dan produk lokal bernilai tinggi.

Namun semua itu membutuhkan keberpihakan negara terhadap produksi rakyat.

Konsep swasembada pangan menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa yang mandiri. Tiongkok memahami bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi bagian dari kedaulatan negara. Karena itu pemerintah melindungi petani lokal, menjaga lahan produktif, dan mempertahankan produksi dalam negeri.

Sebaliknya, kritik di Indonesia muncul ketika impor pangan dianggap terlalu mudah dilakukan. Ketergantungan impor dinilai melemahkan petani dan produsen lokal karena pasar domestik dibanjiri produk luar.

Diskusi publik di berbagai forum masyarakat juga memperlihatkan keresahan terhadap sulitnya UMKM naik kelas akibat birokrasi, perpajakan, hingga lemahnya industrialisasi nasional. Banyak pelaku usaha menilai kebijakan ekonomi belum sepenuhnya menciptakan ruang aman bagi UMKM untuk berkembang menjadi industri besar. (Reddit)

Padahal bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri sekaligus menguasai produksi industrinya sendiri.

Indonesia memiliki semua syarat untuk mencapai swasembada pangan: lahan luas, iklim mendukung, sumber daya manusia besar, dan kekayaan hayati yang melimpah. Yang dibutuhkan adalah arah kebijakan yang berpihak pada petani, nelayan, koperasi, dan industri pangan rakyat.

Menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan nasional tidak cukup hanya mengandalkan megaproyek, investasi asing, atau pertumbuhan angka statistik semata. Kemandirian bangsa harus dibangun dari bawah: dari desa yang produktif, petani yang kuat, nelayan yang sejahtera, dan UMKM yang mampu menjadi produsen serta eksportir dunia.

Negara perlu hadir secara nyata dengan membangun ekosistem produksi nasional: memperkuat koperasi modern, mempermudah akses modal, membangun logistik desa, melindungi pasar lokal, membatasi impor yang merusak produksi rakyat, serta membuka jalur ekspor bagi UMKM.

Produk lokal juga harus menjadi prioritas di pasar domestik. Pemerintah perlu menciptakan pasar nasional bagi rakyatnya sendiri melalui pengadaan barang, pusat perbelanjaan, hingga platform digital yang berpihak kepada produksi dalam negeri.

Pelajaran terbesar dari Tiongkok adalah bahwa kebangkitan ekonomi tidak dimulai dari ketergantungan terhadap produk luar, melainkan dari keberanian membangun kekuatan rakyat sendiri.

Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir hanya dari gedung pencakar langit dan investasi besar. Indonesia Emas akan lahir ketika desa menjadi pusat produksi, petani menjadi tulang punggung pangan nasional, nelayan memiliki industri pengolahan modern, dan UMKM Indonesia mampu menguasai pasar domestik sekaligus bersaing di pasar global.

Kategori :