Sementara itu, Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan. "
"Apabila potensi-potensi ini disinergikan, hasil yang dicapai tentu akan jauh lebih optimal dibandingkan jika berjalan sendiri-sendiri," jelas Mirza.
"Sejumlah sektor strategis menjadi fokus bersama. Sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok antarwilayah, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta membuka peluang investasi yang saling menguntungkan bagi kedua provinsi," tambahnya.
Kerja sama antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah yang telah disepakati sebelumnya, menjadi pijakan yang kuat untuk melangkah lebih jauh. Mulai dari ketahanan pangan, investasi, pariwisata, industri, perdagangan, hingga penguatan koperasi dan UMKM, seluruhnya memiliki potensi besar untuk dikelola bersama. Adapun nilai transaksi yang dihasilkan dari penandatanganan MoU dan PKS ini sebesar Rp 833 miliar.
"Ke depan, kami berharap Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah terus saling menguatkan, menjaga peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, serta mendorong pertumbuhan daerah yang inklusif dan berkelanjutan hingga ke pelosok desa," unar Gubernur Mirza.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kolaborasi antar Pemerintah Daerah menjadi sebuah keniscayaan. "Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan dukungan pemerintah pusat, tetapi juga harus diperkuat melalui kerja sama lintas provinsi, lintas kabupaten/kota, hingga ke tingkat desa," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai kolaborasi, baik dengan negara-negara sahabat seperti Belanda, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Uni Eropa, hingga Uni Emirat Arab. Namun demikian, kerja sama di dalam negeri, khususnya antar Pemerintah Provinsi di seluruh Indonesia, memiliki arti yang tidak kalah penting.
"Oleh karena itu, kami mendorong model kolaborasi antar Gubernur berbasis business to business (B to B). Setiap daerah memiliki potensi unggulan masing-masing. Jawa Tengah memiliki kekuatan tertentu, Lampung memiliki keunggulan lain. Jika potensi tersebut dipadukan, maka akan tercipta ekosistem ekonomi baru yang saling menguntungkan," ucapnya.
"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat konektivitas ekonomi dengan Jawa Tengah. Kapan pun dibutuhkan, kami siap menerima kunjungan dan membangun kerja sama yang lebih intensif demi kepentingan masyarakat di kedua provinsi,"imbuhnya.