BANDARLAMPUNG, LAMPUNGNEWSPAPER – Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mengusulkan pembukaan program studi (prodi) baru Sains Keolahragaan. Usulan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemberian Pertimbangan dan Persetujuan Pengusulan Prodi Baru bersama Senat UIN RIL, yang berlangsung di Ruang Sidang Komisi Senat Lt.1 Gedung Academic & Research Center, Kamis (27/11/2025).
Hadir dalam rapat tersebut Ketua Senat Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag., Sekretaris Senat Prof. Dr. H. Moh. Bahruddin, M.Ag., serta para ketua komisi senat, yaitu Prof. Dr. H. Agus Pahrudin, M.Pd., Prof. Dr. H. Arsyad Sobby Kesuma, Lc., M.Ag., dan Prof. Dr. Erina Pane, S.H., M.Hum.
Dari tim pengusul turut hadir Dekan Fakultas Saintek Prof. Andi Thahir, MA., Ed.D., beserta tim penyusun yaitu Cahniyo Wijaya Kuswanto, M.Pd., Dona Dinda Pratiwi, M.Pd., Deri Firmansah, M.Pd., Yudesta Erfayliana, M.Pd., dan Riyan Terna Kuswanto, M.Pd.
Dalam pemaparannya, Prof. Andi Thahir menyampaikan bahwa proposal prodi telah melalui koordinasi dengan Rektor dan LPM, dan kini memasuki tahap pertimbangan Senat. Ia menegaskan bahwa usulan ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan dunia kerja terhadap bidang keilmuan Sains Keolahragaan, ketersediaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan visi misi UIN RIL.
“Sains keolahragaan ini sangat marketable. Sekarang banyak instansi mencari lulusan bidang ini. Kita punya sport center yang selama ini belum terkelola optimal, dengan adanya prodi ini sport center bisa menjadi laboratorium Sains Keolahragaan. Embung kita juga bisa jadi laboratorium untuk prodi Biologi,” ujarnya.
Sekretaris tim pengusul, Cahniyo Wijaya Kuswanto, menambahkan bahwa di Indonesia, khususnya di lingkungan PTKIN, belum ada prodi Sains Keolahragaan. Hal ini menjadi peluang bagi UIN RIL untuk menjadi pelopor prodi Sains Keolahragaan berbasis Islam di PTKIN.
Cahniyo menjelaskan, prodi Sains Keolahragaan di UIN RIL memiliki potensi besar karena ditunjang fasilitas yang mumpuni, mulai dari sport center, panjat dinding, hingga laboratorium fisika, kimia, dan biologi yang dapat dikolaborasikan untuk pengembangan ilmu.
Menurutnya, lulusan prodi ini akan diarahkan menjadi saintis olahraga, yaitu profesional yang menerapkan prinsip-prinsip sains untuk meningkatkan performa atletik dan kebugaran berbasis pemahaman fisiologi, biomekanik, nutrisi, psikologi, serta pengondisian tubuh.
“Lulusan prodi ini bisa bekerja di berbagai sektor, seperti pemerintah daerah, KONI, pusat kebugaran, pusat fisioterapi, lembaga riset, atau menjadi ilmuwan olahraga berbasis teknologi. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menganalisis performa, mengolah data melalui perangkat lunak, merancang program latihan, mendukung pelatih dalam pertandingan, hingga mengevaluasi kemajuan atlet secara terukur dan berbasis sains,” jelasnya.
Ia juga menegaskan urgensi pembukaan prodi ini merujuk pada Perpres No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang menekankan bahwa pengembangan olahraga ke depan harus berbasis sains, teknologi, dan inovasi. Selain itu, Roadmap Berkelanjutan Olahraga Nasional juga menempatkan sains keolahragaan sebagai fondasi utama pembinaan atlet, kesehatan masyarakat, dan penguatan industri olahraga berkelanjutan.
Saat ini, hingga 2025, Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki Prodi Sains Keolahragaan. Belum adanya prodi serupa di wilayah Sumatera bagian selatan, khususnya Lampung, membuka peluang besar bagi UIN RIL untuk menjadi pionir Sains Keolahragaan Islami berbasis saintek dan keberlanjutan.
Dengan dukungan fasilitas laboratorium fisika, biologi, anatomi, serta sport center modern, UIN RIL dinilai memiliki kesiapan infrastruktur untuk mengembangkan riset performa atlet, kebugaran masyarakat, hingga sport analytics. Prodi ini juga mengusung keunggulan integrasi nilai Islam, sains, dan keberlanjutan.
Selain itu, usulan prodi ini membuka peluang kerja sama internasional dengan Loughborough University, Inggris, universitas peringkat pertama dunia dalam bidang Sains Keolahragaan versi QS World University Rankings by Subject. Kerja sama diarahkan pada pengembangan riset, pertukaran akademik, dan inovasi kurikulum bertema Islamic and Sustainable Sports Science.
Dengan demikian, Program Studi Sains Keolahragaan UIN Raden Intan Lampung diharapkan hadir sebagai solusi strategis dalam mendukung implementasi DBON, memperkuat daya saing daerah, dan mencetak profesional sains keolahragaan Islami yang mampu berkontribusi pada pembangunan manusia, industri olahraga nasional, dan pengembangan peradaban berkelanjutan.
Ketua Senat, Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag., mengapresiasi pemaparan tim pengusul.