Ia menjelaskan bahwa kedua pihak akan memulai serangkaian kegiatan riset dan pengujian mulai awal November ini. Salah satunya adalah uji coba cat biosidal di Klinik Pratama UIN RIL dengan luas area 100 meter persegi. Cat ini berfungsi membasmi pertumbuhan bakteri, jamur, dan lumut, dan akan diuji pada ruang UGD klinik tersebut. Bahan uji telah dibawa langsung dari TSU Rusia dan akan dipantau oleh pihak universitas.
Selain itu, Prof. Rykun dari TSU sebagai salah satu narasumber pada konferensi internasional Fakultas Saintek The 1st International Conference on Halal, Science, Technology, and Innovation (IC-HaSTI) pada 5 November 2025.
Bentuk kerja sama lainnya adalah pendampingan laboratorium halal yang mencakup pengujian PCR untuk ekstraksi DNA serta pelatihan penggunaan berbagai metode uji halal, seperti kromatografi, spektroskopi, DNA barcoding, dan metasequencing.
Di bidang maritim, akan dilakukan pengujian cat anti-fouling berbasis nanomaterial pada kapal, dengan menanamkan pelat berlapis cat biosidal di beberapa titik pantai Tiska pada kedalaman 20 meter selama 30 hari. Uji coba ini diharapkan dapat menunjukkan efektivitas cat biosidal di lingkungan tropis.
Sementara itu, kolaborasi di bidang medis dilakukan dengan uji coba perban berbahan dasar nanomaterial biosidal. Perban ini dikembangkan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya seperti bakteri dan jamur, serta berfungsi mencegah infeksi pada luka melalui bahan antimikroba yang direkatkan langsung pada lapisan perban. Rencananya akan diuji coba bersama RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.
“Lima tindak lanjut ini mulai dilaksanakan hari ini hingga beberapa hari mendatang. Kami berharap seluruh kegiatan berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi kedua universitas,” ujar Prof. Andi.