Dua Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-61 Unila Soroti Hilirisasi dan Dampak Riset

Dua Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-61 Unila Soroti Hilirisasi dan Dampak Riset

Dua Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-61 Unila Soroti Hilirisasi dan Dampak Riset--

LAMPUNGNEWSPAPER.COM - Rapat Luar Biasa Senat dalam rangka Dies Natalis ke-61 Universitas Lampung (Unila) menghadirkan dua orasi ilmiah dari praktisi industri Dr. Dany Amrul Ichdan, S.E., M.Sc., dan Guru Besar Unila Prof. Suharso, S.Si., Ph.D., di Gedung Serbaguna Unila, Rabu, 23 September 2026.

Dalam orasinya, Dr. Dany Amrul Ichdan yang juga Wakil Direktur Utama MIND ID menyoroti stagnasi ekonomi Lampung. Menurutnya, meski pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,25 persen dan menjadi yang tertinggi di Sumatra, kontribusi sektor manufaktur masih berada pada kisaran 17–20 persen.

Ia menilai salah satu persoalan utama terletak pada rantai nilai komoditas yang belum optimal. Dari produksi pertanian Lampung sekitar Rp190 triliun, baru Rp20–30 triliun yang masuk ke sektor industri, sementara sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Dany menawarkan kerangka DAI (Distinctive, Adaptive, Inclusive) sebagai pendekatan penguatan ekonomi daerah, antara lain melalui pengembangan kawasan industri strategis dan peningkatan posisi tawar petani.

Sementara itu, Prof. Suharso menekankan pentingnya pergeseran orientasi perguruan tinggi dari sekadar menghasilkan academic output menuju academic impact. Menurutnya, keberhasilan universitas perlu diukur dari kemampuan riset dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.

Ia menyebut Lampung sebagai living laboratory bagi Unila, dengan berbagai persoalan daerah yang dapat menjadi pertanyaan penelitian dan ruang pengembangan inovasi.

“Lampung bukan hanya lokasi Universitas Lampung, Lampung adalah laboratorium Universitas Lampung. Setiap persoalan daerah adalah research question,” ujarnya.

Prof. Suharso menegaskan hilirisasi riset bukan hanya tentang komersialisasi, tetapi membawa pengetahuan dari laboratorium ke kehidupan nyata melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat.

Dua orasi tersebut menegaskan pentingnya sinergi industri dan perguruan tinggi dalam mendorong penguatan ekonomi, hilirisasi inovasi, serta kontribusi Unila bagi pembangunan Lampung dan Indonesia.

Sumber: