Pelaksanaan Pembangunan Jalan dari DAK 2026 di Metro Tunjukkan Progres Positif
--
METRO,LAMPUNGNEWSAPAPER.COM—Tim Pemantauan dan Evaluasi Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) didampingi Kadis PUPR melakukan monitoring pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Jalan Tahun Anggaran 2026 di Kota Metro, Senin, (21/9/2026).
Monitoring dilakukan pada dua ruas jalan, yaitu Jalan Adipati Raya di Metro Timur dan Jalan Piagam Jakarta di Metro Barat.
Ketua Tim Pemantauan dan Evaluasi Kementerian PUPR, Desi Meriana, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan progres fisik pekerjaan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
“Dari segi progres fisik sesuai dengan yang diharapkan. Realisasi pelaksanaan cukup baik, ada deviasi positif,” kata Desi Meriana.
BACA JUGA:Wali Kota bersama Ratusan Lansia Kota Metro Semarakkan Gebyar Senam LLI, Tetap Aktif di Usia Senja
BACA JUGA:Cegah Kecelakaan Warga Metro Tambal 17 Lubang Jalan Tanpa Tunggu Pemerintah
Menurutnya, monitoring juga melibatkan pihak konsultan. Dari hasil pemantauan, koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan dinilai berjalan baik.
“Kami melihat ada koordinasi yang baik sehingga tepat manfaat dan sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Metro Sri Mulyani, menjelaskan pelaksanaan kedua proyek tersebut merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur jalan melalui dukungan DAK Tahun Anggaran 2026 dan semua berjalan sesuai dengan ketentuan pusat.
"Kegiatan ini untuk melihat progres apakah ada kesesuaian dari rencana kerja dan data dasar dibandingkan yang ada di lapangan. Kalau ada perubahan harus dilaporkan karena seluruhnya kewenangan pusat. Pekerjaan kedua ruas jalan ini bersumber dari DAK aspirasi 2026 yang diusulkan sejak 2025"
Ruas Jalan Adipati Raya memiliki panjang penanganan mencapai sekitar 2,462 kilometer, dengan nilai proyek sekitar Rp10,2 miliar. Hingga pelaksanaan monitoring, pekerjaan fisik yang telah terealisasi sekitar 280 meter.
Sedangkan Jalan Piagam Jakarta memiliki panjang penanganan sekitar 1,173 kilometer, dengan nilai proyek sekitar Rp5,3 miliar. Hingga saat ini realisasi pekerjaan fisiknya telah mencapai 270 meter.
Monitoring Kementerian PUPR ini menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan DAK Jalan 2026, termasuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, ketentuan teknis, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sumber: