Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto Duduk Bareng Mahasiswa Metro dan DPRD, Kritisi Program MBG
--
METRO,LAMPUNGNEWSPAPER.COM-- Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto duduk bersama anggota legislatif dan Mahasiswa di Taman Merdeka Kota Metro, Rabu malam, (29/7/2026).
Sosok aktivis mahasiswa yang tengah trending di itu terlibat kegiatan Diskusi Publik bertajuk "Peran Mahasiswa Mengawal Program Strategis Demi Terwujudnya Keadilan Sosial", yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris IPS UIN Jurai Siwo Lampung (Jusila).
Dari pantauan Lampung Newspaper di lokasi, Tiyo nampak antusias mengikuti alur diskusi bersama Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro Ancilla Hernani, dan Anggota Komisi II, A.Cahyadi Lamnunyai.
Tiyo secara konsisten menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai tidak menyentuh akar substansi persoalan pendidikan, seperti akses dan infrastruktur yang dianggap masih belum memadai.
BACA JUGA:Ketua DPRD Kota Metro Minta Insentif Guru Ngaji Marbot dan Kaum Segera Dicairkan
BACA JUGA:Wakil Rakyat Nilai Program MBG di Kota Metro Cekik Nadi UMKM
"Diskusi tentang keresahan itu penting. Karena banyak tempat, orang tiba-tiba datang langsung ngomong, tanpa dia tahu apa yang orang lain butuhkan. Persis seperti Prabowo yang bikin MBG. Nggak pernah tanya rakyat butuh apa, tiba-tiba dikasih MBG. Kalau tanpa dialog saya tiba-tiba ngomong A, B, C, D, maka apa bedanya saya dengan Prabowo," cetusnya.
Selain membahas kritik pada program MBG, dia juga mengajak audiens untuk terlibat dalam diskusi. Tiyo memberi ruang pada peserta untuk menyampaikan keresahannya terkait berbagai aspek mulai dari perkuliahan, isu sosial, pendidikan, hingga kebijakan pemerintah.
Mahasiswa program studi S1 Ilmu Filsafat UGM itu mengajak peserta acara diskusi untuk mengikuti proses berpikir secara radikal, sistematis, dan universal untuk mencari kebenaran hakiki.
"Jangan pernah remehkan kesalahan berpikir. Karena kesalahan berpikir akan melahirkan kesalahan perkataan. Kesalahan perkataan akan melahirkan kesalahan tindakan. Maka, apabila hari ini pemerintah bertindak mengambil kebijakan yang tidak sesuai kebutuhan, berarti memang sejak dalam pikirannya sudah salah," paparnya.
"Dan kalau perbuatan yang salah ini dibiarkan terus menerus maka akan melahirkan kebiasaan atau tabiat, sehingga menjadi suatu budaya. Kalau budaya buruk ini terus dibiarkan, maka akan menciptakan kerusakan peradaban," imbuhnya.
Tiyo juga mengapresiasi kehadiran Ancilla Hernani di tengah kegiatan tersebut, yang notabenenya dihadiri oleh mahasiswa dan aktivis. Menurutnya, jarang terjadi ada seorang anggota DPR mengaku sebagai pegawai kontrak.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Ancilla Hernani meminta seluruh pihak, khususnya mahasiswa untuk tetap mempertahankan kritisisme dalam menyampaikan aspirasi.
"Saya pikir kedatangan Mas Tiyo di Kota Metro ini adalah momen yang langka. Saya harap, apa pun yang menjadi keresahan adik-adik mahasiswa bisa ditumpahkan di sini, kita diskusikan dengan nalar dan kritisisme bersama Mas Tiyo," pungkasnya.
Sumber: