Taswin dan Azohirri Soroti Peran Strategis Pers di Era Digital
--
LAMPUNGNEWSPAPER.COM--Peran pers sebagai penyampai informasi dan kontrol sosial di tengah pesatnya perkembangan media digital menjadi pembahasan dalam pertemuan tokoh media Lampung H.Taswin Hasbullah dan Ketua PD Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur, Azohirri, ZA, S.Pd., di kediaman Taswin Hasbullah, Perumahan Glora Persada, Rajabasa Raya, Bandar Lampung, Minggu (14/6/2026).
H.Taswin Hasbullah dikenal sebagai CEO Saburai TV Group. Di kalangan perusahaan pers, ia juga pernah dipercaya memimpin Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung serta menjadi penggagas lahirnya Pers Siber Indonesia (PSI). Selain itu, Taswin juga tercatat sebagai Direktur Lampung Newspaper dan memiliki rekam jejak dalam pengelolaan sejumlah media di bawah jaringan Radar Lampung dan Disway.
Sementara Azohirri merupakan tokoh pers Lampung Timur yang pernah memimpin PWI Lampung Timur selama dua periode dan juga pernah menjadi anggota DPRD Lampung Timur.
Dalam diskusi tersebut, keduanya menyoroti perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini lebih banyak mengandalkan platform digital. Namun menurut mereka, perubahan teknologi tidak boleh menggeser fungsi utama pers sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Pers.
BACA JUGA:IWO Lampung Timur Terima Kunjungan CEO Saburai TV, Bahas Independensi dan Kontrol Sosial
BACA JUGA:SPS Genap 80 Tahun, Perusahaan Pers Dituntut Adaptif di Era Digital
"Media boleh berubah, platform boleh berganti, tetapi fungsi pers tetap sama, yakni menyampaikan informasi yang benar, melakukan kontrol sosial, dan menjadi jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah," ujar Azohirri.
Menurutnya, wartawan harus memahami bahwa profesi jurnalistik bukan sekadar menulis dan mempublikasikan berita, melainkan menjalankan amanah publik dengan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.
Senada dengan itu, Taswin menilai keberadaan media yang profesional sangat dibutuhkan di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui berbagai platform digital.
Ia mengatakan, pers harus tetap menjadi rujukan informasi yang dapat dipercaya masyarakat dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang bertukar pikiran mengenai kondisi pers saat ini, termasuk pentingnya menjaga independensi media agar tetap mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat luas.
Sumber: