Jejak Aktivisme Riza Rahmayadi Menguat di Bursa Ketua KNPI Pesawaran
Jejak Aktivisme Riza Rahmayadi Menguat di Bursa Ketua KNPI Pesawaran--
PESAWARAN, LAMPUNGNEWSPAPER – Bursa pencalonan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pesawaran mulai menghangat.
Di tengah dinamika itu, satu nama perlahan mengemuka, bukan sekadar karena ambisi, tetapi karena jejak panjang aktivisme dan gagasan Riza Rahmayadi, S.H.
Di balik hiruk pikuk wacana suksesi kepemudaan, ada kegelisahan yang sama siapa yang benar-benar mampu memahami denyut nadi pemuda Pesawaran? Pertanyaan itu kini mengarah pada sosok Riza, pemuda kelahiran Pesawaran yang ditempa dari ruang-ruang diskusi hingga jalanan advokasi.
Riza bukan nama yang lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari tradisi panjang kaderisasi di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) sebuah “kawah candradimuka” yang membentuk daya pikir kritis dan kepekaan sosialnya.
Semasa mahasiswa, hari-harinya diisi dengan diskusi, membaca, dan turun langsung ke masyarakat.
Bagi Riza, gagasan tidak boleh berhenti di kepala ia harus hidup dan memberi manfaat.
Tak jarang, namanya mencuat di forum-forum nasional. Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap melenceng selalu disertai tawaran solusi. Ia tidak hanya bersuara, tetapi juga memberi arah.
Kini, bekal pengalaman itu membawanya masuk dalam bursa Ketua KNPI Pesawaran. Namun bagi Riza, ini bukan sekadar kontestasi jabatan.
“Pesawaran punya potensi besar. Tinggal bagaimana pemuda diberi ruang untuk bergerak dan berkarya,” ujarnya, Minggu (24/5/2026), dalam percakapan via telepon dengan lantang terstruktur dan komprehensif.
Saat itu, rintik hujan turun pelan. Di sela suara yang kadang terputus, ia tetap berbicara tenang—ditemani kopi pahit yang, menurutnya, “rasanya jujur”.
Ia membayangkan KNPI ke depan bukan sekadar organisasi, tetapi rumah besar bagi pemuda untuk tumbuh.
Ia ingin waktu dan energinya dihibahkan untuk membimbing, membina, hingga mengkader generasi muda Pesawaran.
“Kita akan bedah bersama potensi Pesawaran. Jangan sampai wadah yang sudah ada justru disia-siakan,” tegasnya.
Tantangan Pemuda Menuju Bonus Demografi 2045
Sumber: