Wagub Jihan Pimpin Rapat Evaluasi Program Prioritas Desaku Maju

Wagub Jihan Pimpin Rapat Evaluasi Program Prioritas Desaku Maju

--

LAMPUNGNEWSPAPER.COM--Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin rapat evaluasi program prioritas Desaku Maju demi memperkuat kualitas dan efektivitas penyelenggaraan program tersebut pada 2026.

Rapat digelar di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (7/4/2026).

Wagub Jihan Nurlela menyampaikan bahwa evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh program tetap berjalan sesuai arah dan target yang telah ditetapkan.

“Hari ini kita lakukan evaluasi program prioritas Desaku Maju untuk memastikan program tersebut masih on track. Dan alhamdulillah di beberapa bidang, termasuk POC, bed dryer, hingga pelatihan vokasi, masih sesuai dengan visi yang kita harapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan sejumlah program unggulan menunjukkan capaian positif, khususnya pada penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) dan fasilitas bed dryer yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi di sektor pertanian.

“POC memuaskan, excellent, bed dryer juga seperti itu, dengan tantangan-tantangannya sudah diselesaikan di tahun 2025,” ungkapnya.

Untuk tahun 2026, Wagub Jihan mengungkapkan bahwa Pemprov Lampung menetapkan sejumlah skala prioritas guna memperluas dampak program, diantaranya pengembangan bed dryer hingga 82 lokasi serta penyebaran POC di 800 titik. Selain itu, program vokasi juga tetap dilanjutkan dengan target 500 peserta.

“2026 bed dryer sampai dengan 82 lokus, POC kita tahun ini 800 titik, kemudian vokasi migran juga masih berlanjut sambil kita evaluasi metodenya,” jelasnya.

Wagub Jihan menegaskan bahwa program Desaku Maju akan terus dilaksanakan hingga akhir masa kepemimpinan Gubernur Lampung sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun desa.

“Masih lanjut Desaku Maju sampai dengan akhir masa periode Pak Gubernur, insyaallah tetap masih ada,” ujarnya.

Secara umum, Wagub Jugan menyampaikan bahwa program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi desa melalui peningkatan nilai tambah berbasis hilirisasi komoditas lokal.

“Tujuannya peningkatan kemandirian desa, ekonomi desa dan terjadinya nilai tambah dari hilirisasi yang ada di desa-desa di seluruh Provinsi Lampung,” tambahnya.

Meski demikian, Wagub Jihan mengakui bahwa implementasi program saat ini masih berfokus pada sektor pertanian, seperti padi, jagung dan singkong. 

Ke depan, Pemprov Lampung berencana mengintegrasikan program serupa untuk wilayah pesisir dan sektor perikanan.

Sumber: