Ikut Kebijakan Efisiensi Anggaran, ITERA Terapkan WFH Setiap Jumat
--
BANDAR LAMPUNG - Kebijakan efisiensi anggaran yang mendorong penerapan Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA) tak hanya berlaku di lingkungan pemerintahan, tetapi juga mulai merambah ke dunia kampus.
Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menjadi salah satu perguruan tinggi yang segera mengadopsi kebijakan tersebut.
Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah yang mengharuskan adanya pengetatan anggaran, termasuk dalam penggunaan energi listrik di lingkungan kampus.
“Mau tidak mau, ini adalah kebijakan pemerintah yang harus diikuti. Salah satu tujuannya adalah efisiensi, terutama dalam penggunaan listrik yang cukup besar di lingkungan kampus,” katanya, Senin (6/4/2026).
ITERA akan mulai menerapkan sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema WFH/WFA satu hari dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat. Kebijakan ini akan mulai dijalankan dalam waktu dekat menyusul telah diterbitkannya surat edaran terkait.
Meski demikian, pihak kampus mengakui bahwa teknis pelaksanaan masih dalam tahap pematangan. Saat ini, koordinasi intensif tengah dilakukan antara pimpinan kampus, termasuk biro terkait serta Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum.
“Teknisnya memang belum sepenuhnya rinci, karena kebijakan ini baru saja kami terima. Namun yang pasti, Jumat mendatang sudah mulai diterapkan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari langkah efisiensi, ITERA juga akan menonaktifkan sebagian gedung kampus pada hari pelaksanaan WFH. Hal ini dilakukan untuk menekan konsumsi listrik yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar.
Namun demikian, pihak kampus memastikan bahwa layanan utama tetap berjalan. Unit-unit pelayanan publik akan diatur secara bergiliran agar tetap dapat melayani kebutuhan civitas akademika. Sementara itu, aspek keamanan kampus juga dipastikan tetap beroperasi seperti biasa.
Di sisi lain, kegiatan akademik mahasiswa tidak akan terganggu. Proses pembelajaran akan dialihkan secara daring pada hari Jumat, dengan pengawasan agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
“Kami pastikan mahasiswa tetap mendapatkan pembelajaran secara maksimal. Dosen akan menyesuaikan dengan sistem daring, sehingga tidak ada penurunan kualitas,” paparnya.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk adaptasi kampus terhadap perubahan pola kerja di era efisiensi anggaran, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam kegiatan akademik dan administrasi.
Sumber: