Tapping Box Restoran di Bandar Lampung Selama Ramadan Stabil
--
BANDAR LAMPUNG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung menyebut penggunaan tapping box pada tempat usaha makanan dan minuman selama Ramadan tahun 2026 ini tidak mengalami peningkatan signifikan dan cenderung stabil seperti hari biasa.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas restoran yang berbeda selama bulan puasa.
“Selama Ramadan tidak ada peningkatan yang signifikan, hampir sama seperti hari biasa. Karena kalau siang hari restoran relatif sepi, kebanyakan hanya melayani take away atau delivery. Ramainya biasanya hanya saat sore menjelang buka puasa,” kata Yusnadi, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar restoran memang tidak beroperasi pada siang hari. Namun, pada waktu sahur maupun berbuka puasa, restoran tetap melayani pelanggan baik untuk dibawa pulang maupun makan di tempat.
“Artinya hanya waktunya saja yang berubah, tapi secara transaksi tidak turun dan tetap stabil,” ujarnya.
Yusnadi mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 700 unit tapping box yang telah terpasang di restoran dan rumah makan di Kota Bandar Lampung.
"Alat tersebut digunakan untuk merekam transaksi usaha yang menjadi dasar perhitungan pajak restoran, " jelasnya.
Dari sektor pajak restoran, Pemerintah Kota Bandar Lampung rata-rata menerima sekitar Rp13 miliar per bulan yang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, tapping box berfungsi sebagai alat ukur transaksi usaha yang dapat menunjukkan apakah terjadi peningkatan atau penurunan omzet.
“Kalau alat tapping box ini tidak dipakai, itu bisa langsung ketahuan oleh sistem kami karena ada alat ukur untuk melihat kejanggalan transaksi,” jelasnya.
Jika terdeteksi adanya ketidaksesuaian data transaksi, petugas Bapenda akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
“Misalnya di sistem terlihat hanya ada 10 transaksi, padahal biasanya ramai. Setelah dicek ternyata ada puluhan orang makan di tempat pada hari itu, tapi yang masuk ke sistem tidak sesuai. Maka besoknya kami berikan surat teguran karena tapping box tidak dipakai,” ungkapnya.
Namun jika kendala terjadi karena kerusakan alat, seperti baterai rusak atau perangkat tidak berfungsi, maka Bapenda akan segera melakukan penggantian.
“Kita bedakan antara tidak dipakai dan alat yang memang rusak. Kalau rusak akan kita ganti,” katanya.
Ke depan, Bapenda juga berencana menambah jumlah tapping box untuk mengoptimalkan pengawasan pajak restoran di Kota Bandar Lampung.
“Sekarang yang terpasang sekitar 700 alat. Tahun ini rencananya akan ada penambahan sekitar 300 alat lagi, sehingga totalnya bisa mendekati 1.000 unit,” tutupnya.
Sumber: